Tim Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) SMAN 2 Samarinda berhasil menyabet gelar juara pertama dalam ajang Lomba Kreasi Baris-Berbaris dan Pengibaran Bendera (LKBB-PB) tingkat Provinsi Kalimantan Timur. Prestasi ini sekaligus mengantarkan mereka untuk mewakili provinsi tersebut ke kompetisi tingkat nasional yang akan digelar di Jakarta pada bulan Agustus mendatang.
Pelaksana Tugas Sekretaris Jenderal MPR RI, Siti Fauziah, memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh peserta, panitia, dan pihak sekolah atas suksesnya penyelenggaraan kegiatan. Ia menilai antusiasme yang ditunjukkan oleh para peserta merupakan bukti nyata semangat generasi muda dalam mengikuti kegiatan yang mampu menumbuhkan kedisiplinan, kekompakan, serta jiwa kebangsaan.
“Adik-adik dengan semangat yang besar, yang tinggi untuk mengikuti acara ini. Semoga acara ini berkesan dan bermanfaat untuk adik-adik semua,” ujar Siti dalam keterangannya, Minggu (7/6/2026).
Siti menegaskan bahwa sekolah yang terpilih untuk melaju ke tingkat nasional tidak hanya membawa nama institusi pendidikan, melainkan juga identitas seluruh masyarakat Kalimantan Timur. “Satu sekolah yang akan ke Jakarta adalah mewakili Kalimantan Timur. Jadi bukan hanya membawa nama sekolah, tetapi mewakili Kalimantan Timur. Semoga di ajang nasional nanti yang insya Allah dilaksanakan pada bulan Agustus, adik-adik bisa berprestasi dan membanggakan Kalimantan Timur,” katanya.
Lebih lanjut, ia mengingatkan agar seluruh peserta tetap bangga atas pencapaian yang telah diraih, terlepas dari hasil akhir perlombaan. Menurutnya, setiap siswa yang berhasil mengikuti kompetisi hingga tahap tersebut merupakan putra-putri terbaik dari sekolah masing-masing. “Yang sudah ada di halaman ini adalah adik-adik yang terbaik. Jadi jangan kecewa kalau nanti tidak dapat piala. Yang sudah ada di sini adalah adik-adik pilihan dan yang terbaik,” tuturnya.
Di balik kemenangan gemilang tersebut, tim SMAN 2 Samarinda harus menghadapi berbagai tantangan selama masa persiapan. Pelatih tim, Thesa Muhammad Rechto, mengungkapkan bahwa keterbatasan waktu latihan menjadi kendala utama karena bertepatan dengan jadwal ujian sekolah para peserta. “Kami sebenarnya tidak bisa latihan setiap hari. Kalau ada waktu latihan, kami memaksimalkannya semaksimal mungkin. Tantangan terbesar minggu ini adalah karena ada ujian, sehingga peserta harus membagi fokus antara belajar dan latihan,” ujarnya.
Meskipun demikian, Thesa menegaskan bahwa timnya siap meningkatkan intensitas latihan guna menghadapi kompetisi tingkat nasional di Jakarta. “Persiapan ke nasional pastinya latihan akan lebih ketat lagi. Harapannya bisa membanggakan Kalimantan Timur, membanggakan sekolah, dan semoga SMAN 2 Samarinda bisa tampil lebih baik lagi dari yang sudah ditampilkan hari ini,” katanya.
Hal senada disampaikan oleh Kepala Regu SMAN 2 Samarinda, Khevin Dwi Sandika. Ia mengungkapkan bahwa perjuangan tim tidak mudah karena harus membagi waktu antara latihan, ujian sekolah, dan aktivitas lainnya. “Persiapannya sangat berat, apalagi di saat ulangan dan ujian sekolah. Kami cukup kesulitan membagi waktu belajar dengan waktu latihan. Syukur kami bisa sampai di titik ini dan memenangkan juara pertama untuk mewakili Kalimantan Timur di tingkat nasional,” ungkapnya.
Selain faktor akademik, Khevin menyebut dukungan orang tua, kondisi fisik, dan mental juga menjadi tantangan yang harus dihadapi selama proses latihan. “Tantangannya selain membagi waktu, ada juga beberapa kendala terkait izin dari orang tua, kemudian faktor fisik dan mental yang harus dijaga karena latihan yang cukup keras,” ucapnya.
Khevin juga membagikan pengalaman berkesan menjelang perlombaan. Menurutnya, sehari sebelum lomba, seluruh anggota tim tetap menjalani latihan malam meskipun dalam kondisi lelah setelah berbagai persiapan. “H-1 sebelum lomba kami latihan malam di sekolah. Saat itu kondisinya sudah sangat lelah, tetapi kami tetap menyempatkan latihan. Sebelum pulang kami membuat lingkaran, berdoa bersama, dan saling mencurahkan semangat. Momen itu yang paling berkesan bagi kami,” ungkapnya.
Untuk menghadapi kompetisi nasional, ia bersama timnya berencana melakukan sejumlah penyempurnaan, termasuk pada aspek formasi dan ketepatan gerakan baris-berbaris. “Kami akan mempersiapkan ketepatan baris-berbaris dan kemungkinan ada perubahan pada beberapa formasi. Harapannya SMAN 2 Samarinda bisa semakin maju, kualitasnya terus meningkat, dan mudah-mudahan bisa meraih prestasi terbaik di tingkat nasional,” pungkasnya.
Ajang LKBB-PB tingkat Provinsi Kalimantan Timur tersebut berlangsung di Halaman Kantor Gubernur Kalimantan Timur, Palangka Raya, pada Sabtu (6/6/2026). Sebanyak sepuluh sekolah tingkat SMA/SMK sederajat saling menampilkan kemampuan formasi terbaiknya dalam baris-berbaris dan pengibaran bendera merah putih. Kesepuluh sekolah yang bertanding meliputi SMKN 17 Samarinda, SMAN 8 Samarinda, SMKN 1 Sangatta Utara, SMAN 5 Samarinda, SMAN 3 Samarinda, SMKN 15 Samarinda, MAN 2 Samarinda, SMK TI Labbaika Samarinda, SMAN 2 Samarinda, dan SMAN 1 Tenggarong.
Pada hasil akhir, skor tertinggi diraih oleh SMAN 2 Samarinda dengan perolehan 6.505 poin, menempati posisi pertama. Posisi kedua dengan perolehan skor 6.060 diraih oleh SMAN 5 Samarinda, sementara posisi ketiga berhasil ditempati oleh SMK TI Labbaika Samarinda dengan skor 5.960.
Artikel Terkait
Polisi Tangkap Tiga Remaja Pelaku Pembacokan di Underpass Tambun Bekasi, Satu Pelaku Masih Buron
Prabowo Dorong Siswa SRMP 17 Tabanan Belajar Keras Demi Angkat Derajat Orang Tua
MPR dan PPI Kaltim Gelar Lomba Baris-Berbaris untuk Tanamkan Nilai Kebangsaan di Tengah Era Digital
Pekerja Stadion SoFi Resmi Sahkan Opsi Mogok Kerja Jelang Piala Dunia 2026