Kiper Ajax Maarten Paes Buka Suara soal Ledakan Emosi Usai Kekalahan dari Groningen

- Selasa, 10 Maret 2026 | 03:00 WIB
Kiper Ajax Maarten Paes Buka Suara soal Ledakan Emosi Usai Kekalahan dari Groningen

Emosi Maarten Paes benar-benar meledak. Kiper Ajax Amsterdam itu tak kuasa menahan amarahnya menyaksikan timnya tumbang 1-3 dari FC Groningen dalam lanjutan Liga Belanda, Sabtu malam lalu. Bahkan, kata-kata kasar pun keluar dari mulutnya di tengah lapangan.

Laga pekan ke-26 yang digelar di Stadion Euroborg itu berjalan buruk bagi Ajax sejak awal. Baru enam menit berjalan, gawang mereka sudah bobol oleh Thom Van Bergen. Davy Klaassen sempat menyamakan kedudukan di menit ke-30, memberi sedikit harapan. Tapi babak kedua jadi mimpi buruk.

Oskar Zawada, striker Groningen, menggila dengan mencetak dua gol beruntun di menit 65 dan 72. Kekalahan ini sekaligus memperpanjang catatan buruk Ajax yang sudah tiga laga beruntun tak merasakan kemenangan. Situasi yang jelas bikin frustrasi.

Dalam kondisi seperti itu, Paes mengaku tak bisa lagi menahan diri. Ia merasa perlu bertindak.

“Saya pikir kami memiliki tim yang sangat muda. Beberapa perlu berkembang, seperti saya. Saya adalah pemain di lini belakang, tentu saja, dan saya akan melakukan yang terbaik untuk berada di sana,” ujar Paes.
“Ya, beberapa kata-kata kasar memang terucap. Tapi saya tidak akan menceritakan kembali apa yang dikatakan di sana,” sambung kiper berusia 27 tahun itu, seperti dikutip dari Voetbal International.

Namun begitu, Paes berusaha meluruskan maksudnya. Ucapan kerasnya itu sama sekali bukan untuk merendahkan atau menghina rekan-rekan setimnya. Bagi dia, itu lebih soal kejujuran yang diperlukan di saat-saat sulit.

“Ketika Anda adalah orang-orang besar, Anda dapat saling mengatakan kebenaran, saya pikir,” tegasnya.

Ia pun tak lari dari tanggung jawab. “Dan seperti saya berdiri di sini, saya juga akan bertanggung jawab atas hal itu. Yang bisa kami lakukan adalah memberikan yang terbaik untuk membentuk tim yang solid,” pungkas Paes. Sebuah upaya untuk bangkit dari keterpurukan, meski harus diawali dengan ledakan emosi di lapangan hijau.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar