Mourinho dan Benfica Jadi Batu Penghalang Terakhir Madrid

- Jumat, 23 Januari 2026 | 12:00 WIB
Mourinho dan Benfica Jadi Batu Penghalang Terakhir Madrid
Real Madrid Hadapi Ujian Terakhir

MADRID Hasilnya cukup melegakan. Di hari Selasa, Real Madrid berhasil menaklukkan AS Monaco dengan skor telak. Kemenangan ini menempatkan mereka pada posisi yang nyaman untuk mengamankan tiket langsung ke Babak 16 Besar Liga Champions. Mereka hanya perlu memastikan tempat di posisi delapan besar klasemen fase liga.

Namun begitu, situasinya belum sepenuhnya aman. Saat ini, Madrid hanya unggul dua poin dari Barcelona yang ada di posisi kesembilan. Persaingan di papan tengah sangat ketat, dengan banyak tim yang poinnya nyaris berimpitan. Karena itulah, kemenangan di laga terakhir nanti minggu depan hampir mutlak diperlukan. Tujuannya jelas: menghindari drama babak play-off.

Menariknya, lawan di pertandingan penentu itu adalah wajah yang sangat dikenal: Benfica, yang kini dilatih oleh Jose Mourinho. Drama tambahan selalu menarik, bukan?

Di sisi lain, jalan yang ditempuh Benfica di Liga Champions musim ini boleh dibilang berat. Performa mereka jauh dari memuaskan. Tapi justru karena itulah, mereka membutuhkan kemenangan untuk setidaknya meraih peluang lolos ke babak play-off. Tekad mereka pasti akan membara.

Mourinho sendiri tak mau banyak berkelit. Saat berbicara pada media, seperti dikutip MD, ia menyampaikan pesan yang gamblang.

“Secara praktis, peluang kami memang tipis. Hampir mustahil. Tapi budaya dalam grup ini adalah, apa pun tujuannya, ketika Benfica bermain, Anda harus memberikan segalanya. Bermain dengan tanggung jawab penuh. Jadi, tidak banyak yang berubah, terlepas dari mungkin atau tidaknya suatu hal. Kami tahu kami menghadapi Real Madrid. Kami sadar, saat ini, kami adalah Benfica dengan segala keterbatasan. Tapi kami akan berikan segalanya di lapangan,” tegas pelatih asal Portugal itu.

Peringatan itu jelas. Meski catatan mereka sejauh ini buruk, Benfica pasti akan berusaha mati-matian untuk mengakhiri fase grup dengan kepala tegak minggu depan.

Ini jadi peringatan serius untuk Madrid. Kekalahan bisa berakibat fatal: terlempar dari delapan besar. Dan itu artinya, untuk musim kedua berturut-turut, mereka harus melalui rintangan play-off yang melelahkan.

Jika ambisi meraih gelar Champions ke-16 itu masih menyala, maka satu-satunya jalan adalah menghindari skenario itu. Mereka harus menjawab tantangan Mourinho dengan performa terbaik. Laga nanti bukan sekadar formalitas, melainkan ujian nyata.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar