Kasus Prada Lucky: Kronologi Penyiksaan Hingga Tewas di Kupang
Pengadilan Militer Kupang terus mengungkap fakta-fakta mengerikan di balik kematian Prada Lucky Chepril Saputra Namo. Dalam sidang Rabu (29/10/2025), terungkap empat senior bertindak paling brutal dengan mencambuk korban hingga kulit terkelupas dan menaburi garam pada lukanya.
Ini 4 Terdakwa Penyiksaan Prada Lucky
Oditur Letkol Chk Yusdiharto mengidentifikasi keempat terdakwa sebagai Pratu Ahmad Ahda, Pratu Emeliano De Araujo, Pratu Petrus Nong Brian Semi, dan Pratu Aprianto Rede Radja. Mereka didakwa melakukan penyiksaan selama dua hari berturut-turut pada 29-30 Juli 2025.
Kronologi Penyiksaan Hari Pertama
Pada 29 Juli 2025 sekitar pukul 15.00 WITA, Pratu Aprianto Rede Radja mendengar suara cambukan dari ruang jaga. Saat memeriksa, ia menemukan Pratu Imanuel Nimrot sedang mencambuk Prada Lucky dan Prada Richard yang dalam keadaan diborgol.
Setelah mendengar pengakuan korban, Aprianto melakukan tindakan kekerasan dengan meninju perut Lucky dan Richard menggunakan hanger pakaian. Ia kemudian memerintahkan pengambilan hanger besi yang digunakan untuk mencambuk kedua korban.
Tindakan penyiksaan semakin menjadi ketika Aprianto memerintahkan untuk mengambil garam, cabai, dan minyak. Campuran bahan ini kemudian dioleskan pada luka-luka di tubuh kedua prajurit tersebut.
Eskalasi Kekerasan di Hari Kedua
Pada 30 Juli 2025, tiga terdakwa lainnya Ahmad Ahda, Emeliano De Araujo, dan Petrus Nong Brian Semi datang dalam kondisi mabuk berat. Meski dilarang oleh Pratu Arminto Harang Bani, mereka tetap melanjutkan niatnya.
Emeliano memulai dengan mencambuk Richard yang sedang tidur dan menendang Lucky. Ketiga terdakwa kemudian bergantian mencambuk kedua korban menggunakan selang.
Aprianto kemudian bergabung dan turut serta dalam penyiksaan dengan mencambuk, meninju, bahkan menyundut tubuh kedua korban menggunakan api rokok.
Alasan dan Akibat Fatal
Dalam dakwaan disebutkan, para terdakwa beralasan melakukan penyiksaan karena merasa malu sebagai senior dan bermaksud "membina" junior mereka.
Keesokan harinya, kondisi Prada Lucky memburuk dengan keluhan sakit dan tekanan darah meningkat. Akibat penyiksaan yang dialami, ia harus dilarikan ke rumah sakit dan akhirnya meninggal dunia.
Artikel Terkait
Truk Tangki Modifikasi Muat 5 Ton Solar Terguling, Puluhan Kecelakaan Beruntun di Bangkalan
Polisi Bongkar Judi Online Skala Besar di Batam, Dua Tersangka Kelola Lebih dari 200 Ribu Akun
Penundaan 11 Jam Sriwijaya Air SJ-581, Penumpang Mengeluhkan Minimnya Kompensasi dan Komunikasi
PSM Makassar Kalahkan Bhayangkara 2-1, Modal Penting Jauhi Zona Degradasi Liga 1