Kengerian di Balik Kematian Prada Lucky: Kulit Terkelupas Ditusuk Hanger dan Ditaburi Garam

- Kamis, 30 Oktober 2025 | 20:54 WIB
Kengerian di Balik Kematian Prada Lucky: Kulit Terkelupas Ditusuk Hanger dan Ditaburi Garam

Kasus Prada Lucky: Kronologi Penyiksaan Hingga Tewas di Kupang

Pengadilan Militer Kupang terus mengungkap fakta-fakta mengerikan di balik kematian Prada Lucky Chepril Saputra Namo. Dalam sidang Rabu (29/10/2025), terungkap empat senior bertindak paling brutal dengan mencambuk korban hingga kulit terkelupas dan menaburi garam pada lukanya.

Ini 4 Terdakwa Penyiksaan Prada Lucky

Oditur Letkol Chk Yusdiharto mengidentifikasi keempat terdakwa sebagai Pratu Ahmad Ahda, Pratu Emeliano De Araujo, Pratu Petrus Nong Brian Semi, dan Pratu Aprianto Rede Radja. Mereka didakwa melakukan penyiksaan selama dua hari berturut-turut pada 29-30 Juli 2025.

Kronologi Penyiksaan Hari Pertama

Pada 29 Juli 2025 sekitar pukul 15.00 WITA, Pratu Aprianto Rede Radja mendengar suara cambukan dari ruang jaga. Saat memeriksa, ia menemukan Pratu Imanuel Nimrot sedang mencambuk Prada Lucky dan Prada Richard yang dalam keadaan diborgol.

Setelah mendengar pengakuan korban, Aprianto melakukan tindakan kekerasan dengan meninju perut Lucky dan Richard menggunakan hanger pakaian. Ia kemudian memerintahkan pengambilan hanger besi yang digunakan untuk mencambuk kedua korban.

Tindakan penyiksaan semakin menjadi ketika Aprianto memerintahkan untuk mengambil garam, cabai, dan minyak. Campuran bahan ini kemudian dioleskan pada luka-luka di tubuh kedua prajurit tersebut.

Eskalasi Kekerasan di Hari Kedua

Pada 30 Juli 2025, tiga terdakwa lainnya Ahmad Ahda, Emeliano De Araujo, dan Petrus Nong Brian Semi datang dalam kondisi mabuk berat. Meski dilarang oleh Pratu Arminto Harang Bani, mereka tetap melanjutkan niatnya.

Emeliano memulai dengan mencambuk Richard yang sedang tidur dan menendang Lucky. Ketiga terdakwa kemudian bergantian mencambuk kedua korban menggunakan selang.

Aprianto kemudian bergabung dan turut serta dalam penyiksaan dengan mencambuk, meninju, bahkan menyundut tubuh kedua korban menggunakan api rokok.

Alasan dan Akibat Fatal

Dalam dakwaan disebutkan, para terdakwa beralasan melakukan penyiksaan karena merasa malu sebagai senior dan bermaksud "membina" junior mereka.

Keesokan harinya, kondisi Prada Lucky memburuk dengan keluhan sakit dan tekanan darah meningkat. Akibat penyiksaan yang dialami, ia harus dilarikan ke rumah sakit dan akhirnya meninggal dunia.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar