Kontak Rahasia Iran-AS dan Janji Trump Pengaruhi Pasar Saham

- Kamis, 05 Maret 2026 | 00:10 WIB
Kontak Rahasia Iran-AS dan Janji Trump Pengaruhi Pasar Saham

Pasar saham AS dibuka dengan suasana campur aduk Rabu kemarin. Indeks S&P 500 memang merangkak naik, tapi pergerakannya tipis banget. Di balik layar, gejolak masih terasa. Para investor tampaknya sedang mencerna satu kabar yang cukup mengejutkan: agen-agen Iran dikabarkan diam-diam menghubungi Amerika Serikat. Tujuannya? Untuk membuka pembicaraan guna mengakhiri konflik yang sedang terjadi.

Di sisi lain, pernyataan Presiden AS Donald Trump soal komitmennya menstabilkan pasar minyak ikut mempengaruhi sentimen. Dia berjanji akan mengawal kapal tanker minyak lewat Selat Hormuz dengan pengawalan Angkatan Laut, plus menawarkan asuransi risiko politik. Kabar itu sedikit banyak memberi kelegaan, meski mungkin cuma sementara.

Laporan dari New York Times mengungkap detail yang menarik. Disebutkan bahwa agen intelijen Iran telah melakukan kontak tidak langsung dengan CIA, hanya sehari setelah serangan terjadi. Tapi, jangan berharap terlalu dulu. Nada dari pejabat AS masih sangat skeptis. Mereka ragu pemerintahan Trump ataupun Iran benar-benar siap untuk meredakan ketegangan dalam waktu dekat.

“Ini sih sebenarnya bisa jadi kabar baik,” kata Art Hogan, Kepala Ahli Strategi Pasar di B Riley Wealth.

“Tapi kita gak boleh lengah. Pemerintah sudah jelas-jelas punya tujuan yang belum tercapai,” tambahnya.

Saham-saham di sektor pariwisata, yang biasanya sensitif sama harga minyak, geraknya beragam. American Airlines naik 1,2 persen, sementara Norwegian Cruise cuma diam di tempat. Carnival dan Delta malah terperosok, masing-masing turun 1,2 dan 0,8 persen.

Yang lebih tertekan adalah saham-saham energi. ConocoPhillips dan Cheniere Energy anjlok, turun 2,8 dan 1,5 persen. Sektor Energi di S&P 500 sendiri jatuh 1,8 persen, jadi yang terburuk hari itu. Wajar sih, mengingat beberapa negara Timur Tengah sudah menghentikan sementara produksi minyak dan gas mereka. Ditambah lagi, AS disebut-sebut berupaya memperluas kampanye militernya ke pedalaman Iran.

Nah, soal pergerakan indeks utama, begini rinciannya per pukul 09:56 pagi waktu setempat: Dow Jones Industrial Average melemah 33,53 poin (0,07%) ke level 48.467,74. S&P 500 naik tipis 8,59 poin (0,12%) ke 6.825,22. Sedangkan Nasdaq Composite melesat cukup signifikan, naik 130,06 poin (0,58%) menjadi 22.646,75.

Perubahan ekspektasi investor juga patut dicatat. Mereka sekarang memprediksi penurunan suku bunga 25 basis poin bakal mundur dari Juli ke September. Alasannya? Kekhawatiran bakal membengkaknya biaya energi dan tarif AS yang bisa memicu inflasi.

Secara pencapaian, S&P 500 sepanjang 52 minggu terakhir telah mencetak enam rekor tertinggi baru dan dua rekor terendah baru. Nasdaq lebih fluktuatif lagi, dengan 34 rekor tertinggi baru dan 44 rekor terendah baru. Angka-angka itu menggambarkan betapa tidak pastinya pasar dalam setahun terakhir.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar