Kasus dugaan korupsi pengadaan iklan Bank BJB kembali memanas. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kini semakin mendalami keterlibatan mantan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil. Fokus penyelidikan mereka tertuju pada aliran dana nonbudgeter yang nilainya tak main-main: sekitar Rp 200 miliar.
Menurut juru bicara KPK Budi Prasetyo, dana sebesar itu bersumber dari anggaran belanja iklan di bank tersebut. Namun begitu, sekitar separuhnya dialihkan.
"Dana itu masuk ke kas nonbudgeter yang dikelola di Korsek BJB," jelas Budi kepada awak media, Rabu lalu.
Aliran dana itulah yang kemudian ditelusuri. KPK menduga kuat uang tersebut mengalir ke berbagai pihak. Salah satu titik yang sedang disorot adalah aliran ke saudara Ridwan Kamil.
"Kami sedang menelusuri dan menduga dana itu mengalir ke saudara RK," sambung Budi.
Tak berhenti di situ, langkah penyitaan pun akhirnya dilakukan. KPK menyita sejumlah aset milik RK yang diduga kuat berkaitan dengan dana nonbudgeter tadi. Aset-aset lain yang dianggap terkait juga tak luput dari sitaan.
Ridwan Kamil sendiri sudah menjalani pemeriksaan di KPK pada Selasa awal bulan ini. Usai menjalani proses itu, ia justru terlihat lega. Bahkan, ia menyebut momen pemeriksaan itu sebagai sesuatu yang ia tunggu-tunggu.
Artikel Terkait
Bosnia Hadapi Qatar di Laga Hidup Mati Grup B Piala Dunia 2026
Israel Tegaskan Tidak Akan Tarik Pasukan dari Lebanon, Dapat Dukungan Penuh AS
Borderless Healthcare Group Buka Peluang Transformasi Rumah Sakit dan Resor di Indonesia Menjadi Pusat Layanan Kesehatan Longevity Berbasis AI
Fadli Zon Sebut Kebijakan Era Soeharto Layak Diadopsi demi Kemandirian Bangsa