Kabar mengejutkan datang dari KPK. Komisi Pemberantasan Korupsi itu resmi menetapkan Bupati Pati, Sudewo, sebagai tersangka dalam kasus dugaan jual beli jabatan. Tak main-main, uang tunai senilai Rp 2,6 miliar turut disita dalam pengembangan kasus ini.
Plt Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, membeberkan fakta itu dalam jumpa pers di Jakarta Selatan, Senin (20/1/2026).
"Tim KPK juga turut mengamankan sejumlah barang bukti berupa uang tunai senilai Rp 2,6 miliar, yang diamankan dari penguasaan JAN, JION, YON, dan SDW," jelas Asep.
Dalam kasus yang mengguncang wilayah Pati ini, KPK tak hanya menjerat sang bupati. Tiga kepala desa juga ikut terseret, menjadikan total tersangka empat orang. Mereka adalah Sudewo sendiri, lalu Abdul Suyono (Kades Karangrowo), Sumarjiono (Kades Arumanis), dan Karjan (Kades Sukorukun).
Merespons penetapan tersangka ini, Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto angkat bicara. Menurutnya, pemerintah pusat sebenarnya sudah tak henti-hentinya memberi peringatan.
"Sudah berulangkali Kemendagri, KemenpanRB dan BKN mengingatkan seluruh kepala daerah untuk menjauhi praktik jual beli jabatan," kata Bima Arya kepada wartawan, Rabu (21/1/2026).
Artikel Terkait
Belasan Desa di Pasuruan Masih Terendam, Ribuan Keluarga Terdampak
Banjir Belum Surut, Belasan Desa di Pasuruan Masih Terendam
BPOM Beri Nilai A Plus untuk Dapur Gizi Polri, Anak-Anak Diperlakukan Bak VIP
Kapolda Riau Beri SIM Gratis untuk Pelajar yang Tanam Pohon