Markas besar Departemen Pertahanan Amerika Serikat, Gedung Pentagon, menutup sejumlah area pada Jumat (12/6/2026) setelah sistem keselamatan mendeteksi adanya cemaran bahan berbahaya. Langkah penutupan ini diambil sebagai tindakan pencegahan menyusul terdeteksinya masalah kualitas udara di dalam gedung yang menjadi pusat komando militer AS tersebut.
Departemen Pemadam Kebakaran Arlington County mengonfirmasi bahwa unit khusus penanganan bahan berbahaya telah dikerahkan ke lokasi. Dalam unggahan resmi di media sosial X, mereka menyebut sedang berupaya menetralisir apa yang digambarkan sebagai "insiden bahan berbahaya". Meski demikian, pihak pemadam kebakaran belum memberikan rincian lebih lanjut mengenai jenis zat atau sumber pencemaran yang ditemukan.
Sementara itu, Juru Bicara Pentagon Sean Parnell menjelaskan bahwa sistem keselamatan gedung memang telah mendeteksi adanya gangguan pada kualitas udara. Menurutnya, tindakan pencegahan ini diambil sebelum pihak berwenang dapat memastikan tingkat signifikansi dari ancaman tersebut.
"Kami sedang menjalankan protokol perlindungan standar, termasuk perintah berlindung di tempat untuk area yang terkena dampak," ujar Parnell. Ia menambahkan bahwa tim tanggap darurat telah ditempatkan dan siap memberikan dukungan kepada seluruh penghuni gedung. Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan mengenai korban jiwa atau cedera akibat insiden tersebut.
Artikel Terkait
TVRI, ANTARA, dan RRI Gelar Nobar Piala Dunia 2026 “Bola Gembira” untuk Hidupkan Ekonomi UMKM di Kendari
Polisi Bekasi Tangkap Sopir yang Kaburkan Mobil di Cikarang Pusat
Bos Geng Motor Hells Angels Buronan Interpol Ditangkap di Bali Saat Hendak Kabur dengan Pesawat Pribadi
KPK Sita Rp 200 Juta dan Mobil Mewah dalam Kasus Suap Bupati Muara Enim ke BPK