Washington Paksa Netanyahu Mundur, Ambil Alih Kendali Gaza Sendiri

- Senin, 19 Januari 2026 | 03:15 WIB
Washington Paksa Netanyahu Mundur, Ambil Alih Kendali Gaza Sendiri

WASHINGTON Langkah terbaru Gedung Putih soal Gaza bikin heboh. Pemerintahan Trump dengan sengaja mengabaikan PM Israel Benjamin Netanyahu dalam pembentukan Dewan Perdamaian Gaza. Intinya, Washington mau jalankan caranya sendiri, tanpa campur tangan Jerusalem.

Nggak heran, Netanyahu protes keras. Dia menolak komposisi anggota dewan eksekutif yang ditetapkan tanpa diskusi dengannya. Tapi, keberatannya itu sepertinya cuma angin lalu bagi AS. Menurut laporan Axios yang mengutip pejabat senior AS, pembentukan dewan itu akan terus berjalan, mau setuju atau tidak.

“Kalau dia mau kita yang urus Gaza, ya harus ikut cara kita. Sudah kami bujuk. Mending dia fokus ke Iran, biar kami yang tangani Gaza,” begitu kira-kira penjelasan seorang pejabat AS, Minggu (18/1/2026).

Nada dari Washington terkesap dingin dan penuh keyakinan. Mereka bilang, nggak bakal buang-buang energi buat berdebat dengan Netanyahu. Soalnya, masing-masing punya agenda politik dan keamanan yang berbeda. “Dia akan jalankan politiknya, kita akan lanjut dengan rencana ini. Dia nggak bisa melawan kita,” tambah pejabat tadi dengan tegas.

Memang, Netanyahu sama sekali nggak diajak bicara soal susunan anggota. Alasannya sederhana: AS anggap dia nggak punya wewenang dalam keputusan ini.

“Ini pertunjukan kami, bukan pertunjukan dia. Kami udah lakukan banyak hal di Gaza beberapa bulan terakhir yang sebelumnya nggak kepikiran. Dan kami akan terus maju,” ucap pejabat itu lagi, menegaskan posisi mereka.

Di sisi lain, dari Jerusalem keluar pernyataan resmi yang menyatakan keberatan. Lewat kantor Perdana Menteri, Israel menilai pembentukan dewan yang juga disebut Komite Koordinasi Nasional untuk Tata Kelola Jalur Gaza itu nggak dikoordinasikan dengan mereka dan malah bertentangan dengan kebijakan pemerintah Israel.

Namun begitu, Trump sudah terlanjur umumkan nama-nama penting yang akan duduk di dewan itu. Di antaranya ada Menlu AS Marco Rubio, utusan khusus Steve Witkoff, menantunya Jared Kushner, mantan PM Inggris Tony Blair, Presiden Bank Dunia Ajay Banga, dan Wakil Penasihat Keamanan Nasional AS Robert Gabriel.

Jelas sekali, AS sedang mengambil alih kendali. Mereka ingin Netanyahu mundur selangkah, fokus pada ancaman Iran, dan membiarkan Gaza ditangani sepenuhnya oleh Washington. Situasi ini memperlihatkan retaknya koordinasi dua sekutu dekat itu, di mana kepentingan masing-masing akhirnya berbenturan.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar