Wall Street dibuka dengan suasana campur aduk Rabu kemarin. Indeks S&P 500 memang merangkak naik, tapi tipis sekali. Perdagangan berlangsung bergejolak, seolah mencerminkan keraguan para investor yang sedang mencerna sejumlah kabar dari Timur Tengah.
Sentimen sedikit terangkat oleh jaminan Presiden AS Donald Trump soal stabilitas pasar minyak. Tapi yang bikin pasar berpikir keras adalah kabar dari New York Times. Menurut laporan mereka, agen-agen intelijen Iran diam-diam sudah menghubungi CIA. Tujuannya? Membuka pembicaraan untuk mengakhiri konflik.
Namun begitu, sikap resmi Washington rupanya masih dingin. Para pejabat AS dianggap skeptis, meragukan baik pemerintahan Trump maupun Iran benar-benar siap untuk meredakan ketegangan dalam waktu dekat.
Art Hogan, Kepala Ahli Strategi Pasar di B Riley Wealth, memberi peringatan.
"Ini bisa jadi kabar baik, tentu saja. Tapi jangan buru-buru senang. Pemerintah sudah jelas punya tujuan yang belum tercapai, jadi kita harus tetap waspada," ujarnya.
Di lantai bursa, saham-saham sektor pariwisata yang sensitif dengan harga minyak tampak bingung menentukan arah. American Airlines naik 1,2%, sementara Norwegian Cruise cuma diam di tempat. Carnival dan Delta malah terperosok, masing-masing turun 1,2% dan 0,8%.
Yang jelas-jelas tertekan adalah sektor energi. ConocoPhillips dan Cheniere Energy anjlok, dan secara keseluruhan sektor Energi di S&P 500 ambles 1,8% jadi penyumbang penurunan terbesar hari itu. Wajar saja, mengingat beberapa negara di Timur Tengah sempat menghentikan produksi minyak dan gas mereka. Ditambah lagi, AS disebut sedang berupaya memperluas kampanye militernya ke pedalaman Iran.
Di sisi lain, ada secercah harapan dari pengumuman Trump. Dia berjanji akan menyediakan pengawalan Angkatan Laut untuk kapal tanker minyak yang melintasi Selat Hormuz yang rawan, plus asuransi risiko politik. Kabar itu setidaknya memberi sedikit kelegaan.
Begitulah, pasar bergerak dalam ketidakpastian. Pada pukul 09:56 pagi waktu setempat, Dow Jones sedikit melemah 0,07% ke level 48.467,74. S&P 500 naik tipis 0,12% ke 6.825,22. Sementara Nasdaq Composite justru melesat cukup kencang, naik 0,58% ke 22.646,75.
Perubahan sikap investor juga terlihat dari perkiraan suku bunga. Mereka kini memprediksi pemotongan suku bunga 25 basis poin bakal mundur dari Juli ke September. Kekhawatiran utamanya? Potensi kenaikan biaya energi dan tarif AS yang bisa memicu inflasi lagi.
Secara teknis, S&P 500 masih mencatatkan enam rekor tertinggi baru dalam setahun terakhir, plus dua rekor terendah baru. Nasdaq lebih ekstrem: 34 rekor tertinggi dan 44 rekor terendah baru. Angka-angka itu menggambarkan volatilitas yang sudah berlangsung cukup lama.
(Dhera Arizona)
Artikel Terkait
Harga Emas Antam Turun Rp44.000 per Gram di Awal Pekan
IHSG Berbalik Melemah Usai Menguat Tipis di Awal Perdagangan
Analis Proyeksikan IHSG Terjebak Rentang Sempit Pekan Ini, Volatilitas Tinggi Dipicu Geopolitik dan Kebijakan BI
Harga Minyak Melonjak 8% Usai AS Sita Kapal Iran di Selat Hormuz