DPR Desak Pemerintah Antisipasi Dampak Ancaman Penutupan Selat Hormuz

- Kamis, 05 Maret 2026 | 08:20 WIB
DPR Desak Pemerintah Antisipasi Dampak Ancaman Penutupan Selat Hormuz

DPR RI mendesak pemerintah untuk bersiap. Ini menyusul ancaman penutupan Selat Hormuz, jalur pelayaran yang jadi urat nadi energi global. Dampaknya, jelas bakal terasa hingga ke Indonesia.

Amelia Anggraini, Anggota Komisi I DPR, angkat bicara soal ini pada Kamis lalu. Menurutnya, isu ini jauh lebih dari sekadar masalah regional.

"Penutupan Selat Hormuz bukan isu regional semata, tetapi berdampak luas pada rantai pasok energi dunia. Pemerintah harus bersiap menghadapi segala kemungkinan," tegas Amelia.

Alasannya sederhana tapi krusial: Indonesia masih net importir minyak. Jadi, goncangan harga di pasar dunia bakal langsung menghantam. Beban subsidi energi bisa membengkak, dan APBN pun ikut tertekan.

"Kondisi ini harus diantisipasi sejak dini," tambahnya. Tujuannya, agar tidak memberikan tekanan berlebihan terhadap fiskal negara dan daya beli masyarakat.

Nah, untuk mengatasi ini, Amelia menekankan perlunya langkah-langkah konkret. Koordinasi antar kementerian harus diperkuat. Pengamanan cadangan energi nasional juga tak boleh diabaikan mulai dari cadangan operasional BBM hingga stabilitas distribusi di dalam negeri.

Di sisi lain, diversifikasi sumber pasokan dinilai krusial. Bisa lewat kontrak jangka panjang atau mencari rute distribusi alternatif. Intinya, mengurangi ketergantungan pada kawasan yang sedang dilanda konflik.

Amelia juga mengingatkan soal skenario cadangan untuk APBN. Asumsi harga minyak mentah Indonesia (ICP) mungkin perlu ditinjau ulang jika eskalasi konflik ternyata berlarut-larut.

Tak cuma di dalam negeri, langkah diplomasi aktif juga diperlukan. Baik secara bilateral maupun multilateral, upaya menjaga stabilitas kawasan dan kebebasan navigasi sesuai hukum internasional harus digencarkan.

"Situasi ini tidak boleh direspons secara reaktif," pungkas Amelia. "Pemerintah perlu menyiapkan skenario mitigasi yang matang agar ketahanan energi dan stabilitas ekonomi nasional tetap terjaga. Kepentingan utama kita adalah memastikan masyarakat tidak menjadi pihak yang paling terdampak dari dinamika geopolitik global."

Pesan akhirnya jelas: persiapan matang adalah kunci. Agar gejolak di tempat jauh itu tidak sampai menggoncang kehidupan sehari-hari rakyat di rumah.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar