“Ini pertunjukan kami, bukan pertunjukan dia. Kami udah lakukan banyak hal di Gaza beberapa bulan terakhir yang sebelumnya nggak kepikiran. Dan kami akan terus maju,” ucap pejabat itu lagi, menegaskan posisi mereka.
Di sisi lain, dari Jerusalem keluar pernyataan resmi yang menyatakan keberatan. Lewat kantor Perdana Menteri, Israel menilai pembentukan dewan yang juga disebut Komite Koordinasi Nasional untuk Tata Kelola Jalur Gaza itu nggak dikoordinasikan dengan mereka dan malah bertentangan dengan kebijakan pemerintah Israel.
Namun begitu, Trump sudah terlanjur umumkan nama-nama penting yang akan duduk di dewan itu. Di antaranya ada Menlu AS Marco Rubio, utusan khusus Steve Witkoff, menantunya Jared Kushner, mantan PM Inggris Tony Blair, Presiden Bank Dunia Ajay Banga, dan Wakil Penasihat Keamanan Nasional AS Robert Gabriel.
Jelas sekali, AS sedang mengambil alih kendali. Mereka ingin Netanyahu mundur selangkah, fokus pada ancaman Iran, dan membiarkan Gaza ditangani sepenuhnya oleh Washington. Situasi ini memperlihatkan retaknya koordinasi dua sekutu dekat itu, di mana kepentingan masing-masing akhirnya berbenturan.
Artikel Terkait
Wuling Almaz Darion Terungkap di PDKI, Siap Ramaikan Pasar SUV Indonesia
Matcha: Dari Upacara Teh Jepang Hingga Simbol Gaya Hidup Gen Z
Menkeu Tegaskan Dana Bencana Sumatera Tak Dipotong, Tapi Minta Daerah Pakai Sisa Kas Dulu
Seribu Magister Diterjunkan ke Kawasan Transmigrasi, Targetkan Kemajuan Berbasis Riset