Pegadaian: Investasi Emas Digital Bisa Dimulai dari Rp10.000

- Jumat, 06 Maret 2026 | 03:20 WIB
Pegadaian: Investasi Emas Digital Bisa Dimulai dari Rp10.000

Buat kebanyakan anak muda, investasi emas itu kesannya kuno banget. Bayangin aja, orang tua atau nenek kita dulu nabung pelan-pelan, beli perhiasan atau koin, terus disimpan di lemari kayu berlapis kunci. Gak heran kalau sekarang banyak dari kita yang dapat 'warisan' berupa emas fisik itu.

Namun begitu, emas sebenarnya gak pernah kehilangan pesonanya. Cuma, ya, harus bisa beradaptasi dengan zaman. Yos Iman Jaya Dappu, Direktur Teknologi Informasi dan Digital PT Pegadaian, bilang generasi sekarang punya karakteristik yang berbeda. Mereka maunya semuanya serba mudah dan cepat, bisa diakses lewat gadget. Sandang, pangan, papan? Sekarang ditambah satu: aplikasi di ponsel. Itu udah jadi kebutuhan primer.

"Anak muda Gen Z ini sudah terbiasa dengan sesuatu yang accessible. Dan accessible-nya ada di mana? Ada di ujung jarinya,"

ujar Yos dalam sebuah diskusi di Jakarta beberapa waktu lalu.

Nah, karena itu Pegadaian melakukan gebrakan. Mereka bawa investasi emas yang konvensional itu masuk ke dunia digital lewat aplikasi. Intinya, semua proses yang dulu harus ke cabang dan antre berjam-jam, sekarang bisa dilakukan sambil rebahan di rumah. Praktis banget.

Di sisi lain, Yos menekankan soal modal. Ini nih yang bikin anak muda makin tertarik. Berinvestasi emas digital gak perlu modal gede-gede amat.

"Dari Pegadaian, (generasi muda) bisa mulai dengan nominal yang paling kecil. Mulainya dengan Rp10.000 saja sudah bisa menabung emas. Dan yang paling penting adalah mudah karena tidak perlu antre,"

katanya.

Tapi, jalan investasi itu gak selalu mulus. Yos ngeliat ada fenomena psikologis yang lucu sekaligus bikin geleng-geleng kepala. Pas harga emas naik drastis, orang-orang langsung heboh beli karena takut ketinggalan momen atau FOMO. Sebaliknya, saat harganya melemah, malah muncul rasa ragu dan takut ada pilihan lain yang lebih baik istilah kerennya FOBO. Padahal, menurut Yos, cara pikir kayak gitu justru salah kaprah dalam investasi jangka panjang seperti emas.

Editor: Hendra Wijaya


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar