Dishub Siapkan Rekayasa Lalu Lintas dan 10 Kantong Parkir Antisipasi 80.800 Pengunjung di GBK Akhir Pekan Ini

- Sabtu, 06 Juni 2026 | 19:20 WIB
Dishub Siapkan Rekayasa Lalu Lintas dan 10 Kantong Parkir Antisipasi 80.800 Pengunjung di GBK Akhir Pekan Ini

Sebanyak 80.800 orang diperkirakan memadati kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta Pusat, pada akhir pekan ini, mendorong Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi DKI Jakarta menyiapkan serangkaian langkah antisipasi lalu lintas dan transportasi. Angka tersebut terdiri dari 37.800 pengunjung pada Sabtu (6/6/2026) dan 43.000 pengunjung pada Minggu (7/6/2026), yang akan menghadiri berbagai kegiatan berskala nasional dan internasional.

Kepala Dishub DKI Jakarta, Budi Awaluddin, menyatakan pihaknya telah menerjunkan petugas pengaturan lalu lintas di sejumlah titik strategis. Langkah ini diambil untuk memastikan mobilitas masyarakat tetap lancar selama rangkaian acara berlangsung.

"Kami telah menyiapkan personel untuk melakukan pengaturan lalu lintas, pengawasan parkir, serta koordinasi dengan pihak kepolisian dan penyelenggara kegiatan. Pengaturan lalu lintas akan dilakukan secara situasional sesuai kondisi di lapangan untuk menjaga kelancaran arus kendaraan dan keselamatan pengguna jalan," kata Budi dalam keterangannya, Sabtu (6/6/2026).

Beragam acara digelar di kawasan GBK dan sekitarnya, antara lain konser EXO Planet 6 ExOrizon in Jakarta di Indonesia Arena, Raisa Live Concert "Love & Let Go" di JICC Plenary Hall, Polytron Indonesia Open 2026 di Istora Senayan, Festival Jamu Nusantara 2026 di Hutan Kota GBK, Hero E-Sport PUBG di Tennis Indoor, serta Indofest 2026 di JICC Hall B. Untuk mengantisipasi lonjakan volume kendaraan, Dishub DKI menyiapkan rekayasa lalu lintas secara situasional di sekitar kawasan tersebut.

Dari arah selatan, kendaraan yang melaju dari Blok M menuju Tanah Abang diarahkan melalui Jalan Panglima Polim, Jalan Kyai Maja, Jalan Sultan Iskandar Muda, Jalan Teuku Nyak Arief, Jalan Tentara Pelajar, Jalan Penjernihan, hingga Jalan KH Mas Mansyur. Sementara itu, kendaraan menuju Slipi dapat melalui Jalan Panglima Polim, Jalan Kyai Maja, Jalan Sultan Iskandar Muda, Jalan Teuku Nyak Arief, Jalan Tentara Pelajar, dan Jalan Letjen S Parman. Adapun kendaraan menuju Kampung Melayu dialihkan melalui Jalan Trunojoyo, Jalan Wolter Monginsidi, Jalan Gunawarman, Jalan Senopati, Jalan Suryo, Jalan Kapten Tendean, Jalan HR Rasuna Said, Jalan Prof Dr Satrio, hingga Jalan Raya Casablanca.

Dari arah utara, kendaraan dari Tanah Abang menuju Blok M dapat melalui Jalan KH Mas Mansyur, Jalan Penjernihan, Jalan Pejompongan, Jalan Tentara Pelajar, Jalan Teuku Nyak Arief, Jalan Kebayoran Baru, Jalan Kyai Maja, dan Jalan Panglima Polim. Dari arah barat, kendaraan dari Slipi menuju Blok M diarahkan melalui Jalan Letjen S Parman, Jalan Tentara Pelajar, Jalan Teuku Nyak Arief, Jalan Kebayoran Baru, Jalan Pakubuwono VI, Jalan Bumi, Jalan Kyai Maja, hingga Jalan Panglima Polim. Sedangkan menuju Tebet dapat melalui Jalan S Parman, Jalan Pejompongan, Jalan Penjernihan, Jalan RM Margono, Jalan Galunggung, Jalan Dr Saharjo, Jalan Prof Dr Soepomo, dan Jalan MT Haryono. Sementara dari arah timur, kendaraan dari Tebet menuju Slipi dapat melalui Jalan Kapten Tendean, Jalan Wolter Monginsidi, Jalan Trunojoyo, Jalan Kyai Maja, Jalan Sultan Iskandar Muda, Jalan Teuku Nyak Arief, Jalan Tentara Pelajar, hingga Jalan Letjen S Parman.

Selain pengaturan lalu lintas, Dishub juga menyiapkan sepuluh kantong parkir resmi di kawasan GBK, yakni Plaza Tenggara, Plaza Selatan, Istora, Elevated Selatan, Elevated Utara, Akuatik, Lapangan ABC, Stadion Madya, Masjid Albina, dan Lapangan Softball. Kapasitas parkir yang disediakan mampu menampung 1.957 kendaraan roda empat dan 8.229 kendaraan roda dua.

"Kami mengimbau pengunjung untuk memanfaatkan kantong-kantong parkir resmi yang telah disediakan dan tidak memarkir kendaraan di badan jalan karena dapat mengganggu kelancaran lalu lintas serta aktivitas masyarakat lainnya," ujar Budi.

Dishub DKI juga mendorong masyarakat untuk mengutamakan penggunaan transportasi umum menuju lokasi kegiatan. Kawasan GBK terintegrasi dengan berbagai moda transportasi publik seperti Transjakarta, MRT Jakarta, dan Commuter Line. Beberapa layanan Transjakarta yang melayani kawasan GBK melalui Halte Senayan Bank Jakarta antara lain rute 1 Kota–Blok M, 1F Stasiun Palmerah–Bundaran Senayan, 1W Blok M–Ancol, 3F Kalideres–Senayan Bank Jakarta, 6M Stasiun Manggarai–Blok M, 6V Ragunan–Senayan Bank Jakarta, 9C Pinang Ranti–Bundaran Senayan, dan 10H Tanjung Priok–Bundaran Senayan.

Sementara itu, layanan yang berhenti di Halte Gelora Bung Karno 2 meliputi rute 1N Tanah Abang–Blok M, 1P Senen–Blok M, dan 6D Stasiun Tebet–Bundaran Senayan. Pengunjung juga dapat menggunakan MRT Jakarta dengan titik pemberhentian di Stasiun Istora Mandiri yang beroperasi pukul 05.00 hingga 24.00 WIB.

"Penggunaan transportasi umum merupakan pilihan yang paling efektif untuk menghindari kepadatan lalu lintas di sekitar lokasi kegiatan. Kami mengajak masyarakat memanfaatkan layanan Transjakarta, MRT Jakarta, maupun Commuter Line agar perjalanan lebih nyaman, aman, dan efisien," ungkap Budi.

Dishub DKI turut mengimbau masyarakat yang tidak memiliki kepentingan menuju kawasan GBK agar menghindari ruas jalan di sekitar lokasi kegiatan dan menyesuaikan perjalanan dengan pengaturan lalu lintas yang berlaku.

"Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga ketertiban dan kelancaran lalu lintas selama berlangsungnya berbagai kegiatan di kawasan GBK. Dengan kolaborasi semua pihak, kami optimistis seluruh kegiatan dapat berjalan lancar tanpa mengganggu mobilitas masyarakat secara umum," tutur Budi.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar