Musim kemarau yang melanda Kabupaten Indramayu mulai berdampak serius pada lahan pertanian. Sawah-sawah di Kecamatan Balongan mengalami kekeringan parah, dengan tanah retak-retak akibat tidak adanya pasokan air.
Pantauan di lokasi pada Selasa (21/7) menunjukkan bahwa rata-rata tanaman padi milik petani setempat baru memasuki awal masa tanam. Embung yang biasanya menampung air kini berubah menjadi daratan tanah yang mulai mengering.
Uki (45), seorang petani, mengungkapkan betapa sulitnya menyiasati krisis air musim kemarau kali ini. "Kalau airnya kayak gini terus, ya kemungkinan itu 80 persen gagal (panen). Tapi kalau ada air, insyaallah petani ada harapan," katanya saat ditemui di lokasi.
Uki menjelaskan, banyak petani dilema untuk melakukan pemupukan karena tanah yang terlalu kering. Demi menyelamatkan tanaman padi dari gagal panen, para petani terpaksa harus menggunakan mesin diesel untuk memompa air, meski ketersediaan air sungai di sekitar pun kian menipis.
Artikel Terkait
BPBD Banten Catat 415 Desa Rawan Kekeringan, Galang Donasi Air Bersih
Bendung Katulampa Mengering, Warga Sebut Terparah dalam Beberapa Tahun
Hujan Akhirnya Turun di Bogor Setelah Berminggu-minggu Kemarau
Bebatuan Muncul di Dasar Sungai Cisadane Akibat Kemarau Ekstrem dan El Nino