Megawati Ingatkan Politik Tanpa Fitnah di Peringatan 30 Tahun Kudatuli

- Selasa, 21 Juli 2026 | 23:48 WIB
Megawati Ingatkan Politik Tanpa Fitnah di Peringatan 30 Tahun Kudatuli

Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto menyampaikan pesan Ketua Umum Megawati Soekarnoputri agar praktik politik di Indonesia tidak diwarnai fitnah. Pesan itu disampaikan dalam rangkaian peringatan 30 tahun peristiwa Kudatuli atau Kerusuhan 27 Juli 1996.

Menurut Hasto, Megawati mengingatkan bahwa dinamika politik jangan sampai dipenuhi upaya mendiskreditkan pihak lain, terutama dengan menyerang aspek pribadi. "Ibu Mega juga mengingatkan bagaimana politik yang sering bising karena berbagai upaya-upaya untuk mendeskreditkan, termasuk dari aspek-aspek pribadi, harus dijauhkan dan politik tidak boleh dengan fitnah," kata Hasto di Taman Ismail Marzuki, Cikini, Jakarta Pusat, Selasa (21/7).

Hasto kemudian menyinggung peristiwa Kudatuli yang menurutnya diwarnai praktik politik kambing hitam terhadap kelompok kritis saat itu. "Peristiwa 27 Juli juga akhirnya diwarnai dengan politik kambing hitam, adanya setan gundul dengan politik kambing hitam yang menyatakan bahwa kelompok-kelompok kritis dituding melakukan subversi, melakukan makar. Padahal mereka meneriakkan suatu watak kekuasaan yang seharusnya membawa keadilan, membawa kemakmuran bagi rakyat dengan pendidikan yang betul-betul membebaskan," ujarnya.

Pengalaman sejarah tersebut, kata Hasto, menjadi pelajaran agar praktik politik ke depan lebih mengedepankan peradaban dan demokrasi yang sehat. Megawati menginginkan kritik tetap disampaikan, namun diarahkan pada kebijakan pemerintah, bukan menyerang individu. "Untuk itu, dari pesan Ibu Megawati Soekarnoputri, maka PDI Perjuangan juga akan mendorong agar politik yang membangun peradaban itu dikedepankan. Bahwa kritik harus dikedepankan berkaitan dengan kebijakan, tidak boleh ada pendeskreditan terhadap orang per orang," tutur Hasto.

Ia menambahkan, "Tetapi yang diberikan sebagai kritik adalah sekali lagi kebijakan agar watak dari kekuasaan betul-betul sesuai dengan cita-cita para pendiri bangsa kita."

Peringatan 30 tahun Kudatuli mengusung tema 'Kami Tidak Pernah Lupa' sebagai pengingat atas tragedi kemanusiaan dan demokrasi yang terjadi pada 27 Juli 1996. Menurut Hasto, makna peringatan ini tidak hanya berkaitan dengan sejarah PDIP, tetapi juga menjadi pelajaran bagi seluruh bangsa Indonesia untuk menjaga demokrasi dan menolak kekerasan oleh kekuasaan terhadap rakyat. "Tagline dari peringatan 30 tahun peristiwa tragedi kemanusiaan, tragedi demokrasi itu: 'Kami Tidak Pernah Lupa'. Karena itulah mari kita belajar dari peristiwa ini, yang bukan hanya terkait dengan PDI, tetapi berkaitan dengan seluruh kehendak rakyat Indonesia agar benar-benar merdeka di dalam memperjuangkan nasibnya," kata Hasto. "Dan kita berharap semua pihak belajar agar tidak boleh terjadi kekerasan atas nama apa pun oleh kekuasaan terhadap rakyatnya," tambah dia.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags