Di Jakarta, Kamis malam lalu, ada kabar baru soal upaya diplomasi Indonesia. Presiden Prabowo Subianto dikabarkan mendapat angin positif dari sejumlah negara, terutama dari kawasan Timur Tengah dan negara-negara Islam, terkait rencana Indonesia jadi penengah antara Amerika Serikat dan Iran. Ini bukan hal sepele, mengingat ketegangan antara kedua negara itu sudah berlangsung lama dan punya dampak global.
Nusron Wahid, Menteri ATR/BPN, yang memberikan keterangan ini di sekitar Istana Kepresidenan. Menurutnya, intinya Pak Prabowo ingin ada ruang pertemuan buat AS dan Iran. “Prinsipnya Bapak Presiden menginginkan adanya pertemuan dengan Amerika Serikat dengan Iran untuk menjadi mediasi dan Iran membuka diri,” ujar Nusron.
Jadi, ide dasarnya adalah mendorong penyelesaian lewat jalur perundingan, bukan konfrontasi. Dan rupanya, langkah ini disambut baik oleh beberapa pemimpin negara lain.
Nusron menyebut secara spesifik dukungan datang dari Pakistan dan Uni Emirat Arab. Namun begitu, ia menegaskan bahwa penjelasan detail soal mekanisme diplomasi ini adalah wewenang penuh Kementerian Luar Negeri. “Tentunya ini menjadi wilayahnya Bapak Menteri Luar Negeri yang berhak untuk menjelaskan. Tetapi tadi dijelaskan upaya Bapak Presiden mendapatkan support dari negara-negara pemimpin-pemimpin negara di Timur Tengah lainnya,” terangnya.
Artikel Terkait
AS Tembak Tenggelamkan Kapal Perang Iran di Samudra Hindia, 87 Tewas
Prabowo Jelaskan Alasan Indonesia Gabung Dewan Perdamaian di Acara Buka Puasa
FPI Desak Presiden Prabowo Sampaikan Belasungkawa Terbuka Atas Gugurnya Pemimpin Iran
Jepara Gelar Pameran Mebel Internasional dengan Konsep Jelajah Klaster Industri