Hujan Tak Halangi Warga Antre Cairkan BLTS Kesra Rp900 Ribu di Kantor Pos Jakarta

- Sabtu, 07 Februari 2026 | 19:30 WIB
Hujan Tak Halangi Warga Antre Cairkan BLTS Kesra Rp900 Ribu di Kantor Pos Jakarta

MURIANETWORK.COM - Hujan yang mengguyur Jakarta sejak pagi hari Sabtu (7 Februari 2026) ternyata tidak menghalangi ratusan warga untuk datang ke Kantorpos KCU Premier di Jakarta Timur. Mereka antre dengan tertib sejak pukul 08.00, menunggu pencairan Bantuan Langsung Tunai Kesejahteraan (BLTS Kesra) senilai Rp900.000 per keluarga. Bantuan pemerintah ini digulirkan sebagai upaya menjaga daya beli masyarakat, khususnya kelompok rentan, di penghujung tahun. Di lokasi, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto turun langsung meninjau proses penyaluran yang hingga 3 Desember lalu telah menjangkau 26,2 juta dari 30 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang ditargetkan.

Harapan di Tengah Rintik Hujan

Suasana di depan kantor pos pagi itu penuh dengan harapan. Antrean panjang diwarnai oleh beragam wajah, mulai dari ibu rumah tangga, pedagang kecil, hingga para lansia. Mereka datang dengan satu tujuan: menerima bantuan yang diharapkan dapat meringankan beban ekonomi di kuartal terakhir tahun ini. Meski harus basah kuyup dan menunggu lama, semangat mereka tak surut. Bagi banyak keluarga, Rp900.000 bukan sekadar angka, melainkan penopang nyata untuk memenuhi kebutuhan pokok yang kian mendesak.

Menyaksikan langsung proses tersebut, Menko Airlangga menyampaikan evaluasi sementara.

"Evaluasi sampai hari ini berjalan lancar dan masyarakat relatif terbantu," ungkapnya dalam keterangan tertulis.

Ia menegaskan tujuan strategis dari program ini.

"Bantuan ini merupakan stimulan untuk menjaga daya beli dan mendorong aktivitas ekonomi di kuartal keempat," jelas Airlangga.

Cerita di Balik Nominal Bantuan

Setiap penerima bantuan membawa kisah dan rencana penggunaan uang yang nyaris serupa, namun sarat dengan nuansa perjuangan sehari-hari. Ahmad Fauzan, warga Pulogadung, mengaku menempuh perjalanan panjang dan menunggu hampir satu jam. Hasilnya, ia pulang dengan rasa syukur.

"Alhamdulillah dapat Rp900.000. Biasanya buat kebutuhan rumah tangga, sembako, peralatan rumah tangga, sama kebutuhan sekolah anak," tuturnya.

Pengalaman pertama dirasakan oleh Ani, seorang pedagang gorengan. Ia sempat pulang karena jadwal berubah, tetapi kembali lagi dengan tekad kuat.

"Dapatnya Rp900.000, buat modal dagang dan bayar sekolah anak," ujarnya.

Ia menilai pelayanan di kantor pos berlangsung cepat dan ramah, meski ia berharap penyaluran ke depan lebih teliti agar tepat sasaran. Nuansa haru terlihat dari kisah Ayi Cholifah yang mengantar ibunya, seorang lansia yang baru menjalani operasi jantung.

"Alhamdulillah hari ini bisa diambil. Pelayanannya bagus, sopan," kata Ayi.

Bagi keluarganya, bantuan tersebut adalah rezeki yang sangat membantu di saat yang tepat.

Editor: Melati Kusuma


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar