MURIANETWORK.COM - Sebuah tabrakan antara minibus dan sepeda motor terjadi di Jalan Joglo Raya, Kembangan, Jakarta Barat, Sabtu (7/2/2026) dini hari. Kecelakaan yang berlangsung sekitar pukul 04.40 WIB itu mengakibatkan pengendara motor mengalami luka-luka dan dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.
Kronologi Insiden di Jalan Joglo Raya
Berdasarkan keterangan dari pihak kepolisian, insiden bermula ketika sebuah minibus yang dikendarai oleh seorang pria berinisial MIE melaju dari arah timur menuju barat. Saat tiba di kawasan dekat pom bensin di Kembangan, kendaraan tersebut diduga kehilangan kendali dan menabrak sebuah tiang lampu penerangan jalan.
Akibat tabrakan awal itu, minibus kemudian terpantul dan bertabrakan dengan sebuah sepeda motor yang sedang melintas di jalur yang sama. Hentaman tersebut menyebabkan pengendara motor, yang diidentifikasi sebagai MA, terpelanting dan mengalami cedera.
Kondisi Korban dan Kerusakan Kendaraan
Korban mengalami luka pada bagian kaki serta memar di tangan akibat insiden tersebut. Dengan sigap, korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit Sari Asih di Ciledug untuk menjalani pemeriksaan dan perawatan medis lebih lanjut.
Kasat Lantas Polres Metro Jakarta Barat, Kompol Natasha Yudhasoka, memberikan konfirmasi terkait kondisi korban dan kerusakan yang terjadi.
"Korban luka pengendara sepeda motor bernama MA," ucap Natasha Yudhasoka.
Lebih lanjut, ia merinci dampak dari kecelakaan itu. "Pengendara sepeda motor mengalami luka pada kaki, tangan memar, dirawat di RS Sari Asih Ciledug, dan kendaraan yang terlibat mengalami kerusakan," jelasnya.
Penyelidikan dan Imbauan Keselamatan
Meski kronologi awal telah tergambar, penyelidikan mendalam masih terus dilakukan oleh unit lalu lintas setempat untuk mengungkap faktor pasti penyebab kecelakaan. Polisi biasanya memeriksa kondisi kendaraan, kesadaran pengemudi, dan faktor lingkungan seperti kondisi jalan saat kejadian.
Insiden di waktu subuh ini mengingatkan kembali pentingnya kewaspadaan ekstra saat berkendara di jam-jam sepi, di mana tingkat kelelahan pengemudi cenderung tinggi dan pencahayaan mungkin tidak optimal. Kesigapan dalam mengantisipasi kondisi jalan dan menjaga jarak aman tetap menjadi kunci utama mencegah benturan serupa di kemudian hari.
Artikel Terkait
Survei Kaspersky: 81% Keluarga Global Percaya Digitalisasi Ubah Fundamental Kebersamaan
Wamen Ekraf: Jurnalisme Berintegritas Fondasi Demokrasi dan Penggerak Perempuan
Bocah 6 Tahun Kritis Tertembak Senapan Angin Saat Ayah Bersihkan Senjata
Motul Indonesia Luncurkan Pelumas Baru Berstandar API SQ di IIMS 2026