Pantai Kedonganan di Bali tampak berbeda Jumat pagi itu. Bukan hanya turis yang memadati pesisir, tapi juga ratusan orang dari berbagai latar belakang sibuk mengumpulkan sampah. Di tengah keriuhan itu, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana dengan tegas menyampaikan pesan intinya: kebersihan laut bukan soal pemandangan semata, melainkan fondasi utama pariwisata Indonesia.
"Bali adalah permata kita," ujarnya.
Suaranya lantang menembus debur ombak. "Wajah pariwisata Indonesia di mata dunia sangat lekat dengan Bali. Karena itu, kebersihan lingkungan menjadi tanggung jawab kita bersama."
Bagi Menpar, urusan sampah ini jauh melampaui sekadar pekerjaan kebersihan. Ini adalah jantung dari pembangunan pariwisata yang berkelanjutan. Destinasi yang bersih, menurutnya, langsung terasa. Wisatawan merasa aman dan nyaman, dan reputasi Indonesia sebagai negara yang peduli lingkungan pun menguat di kancah global.
Pandangannya ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan bahwa sampah adalah tanggung jawab kolektif. Isu kebersihan kini benar-benar jadi agenda nasional, butuh gerakan semua pihak.
Nah, aksi di Kedonganan ini adalah contoh nyata dari kerja kolektif itu. Diinisiasi Kementerian Lingkungan Hidup dan Pemprov Bali, acara ini menyatukan TNI/Polri, komunitas lokal, pelaku industri, sampai akademisi. Sebuah sinergi pentahelix yang langka, bergerak untuk satu tujuan yang sama.
Ini juga merupakan tindak lanjut dari 'Gerakan Indonesia ASRI' yang dicanangkan Presiden Prabowo. Gerakan yang punya cita-cita besar: mengubah perilaku dan membangun budaya bersih sebagai karakter bangsa.
Artikel Terkait
BMKG Prakirakan Hujan Ringan Guyur Jakarta Sepanjang Hari Ini
Menhub Tegaskan Aturan Pembatasan Truk Jelang Puncak Arus Balik Lebaran 2026
Timnas Indonesia Hadapi Saint Kitts and Nevis, Debut Resmi Pelatih John Herdman
Lebaran di Kota Tua: Ramai Wisatawan dan Cerita Warga yang Pilih Tak Mudik