Surat Wasiat Epstein Terungkap Tujuh Tahun Setelah Kematiannya di Penjara

- Jumat, 08 Mei 2026 | 07:15 WIB
Surat Wasiat Epstein Terungkap Tujuh Tahun Setelah Kematiannya di Penjara

Jeffrey Epstein mengakhiri hidupnya di sel penjara New York pada pertengahan 2019, namun tujuh tahun kemudian, fakta baru mengungkap bahwa ia sempat menulis surat wasiat sebelum kematiannya. Pria yang ditahan sambil menunggu persidangan atas tuduhan memperdagangkan anak di bawah umur itu ditemukan tewas pada Sabtu, 10 Agustus 2019, pukul 06.30 waktu setempat. Berdasarkan sumber anonim, penyebab kematiannya adalah gantung diri.

Sebelum kejadian, Epstein sebenarnya berada dalam pengawasan bunuh diri oleh otoritas penjara. Namun, laporan media menyebutkan bahwa pengawasan tersebut tidak lagi berlaku saat ia benar-benar mengakhiri nyawanya. Surat kabar Amerika Serikat melaporkan bahwa para sipir di penjara Metropolitan Correctional Center (MCC) bekerja lembur akibat kekurangan staf, dan Epstein dibiarkan sendirian di dalam sel tanpa teman satu sel.

Dalam kasus yang menjeratnya, jaksa federal menyatakan bahwa Epstein telah mengeksploitasi secara seksual belasan remaja di bawah umur dengan korban termuda berusia 14 tahun di sejumlah rumahnya yang berada di Manhattan, New York, dan Palm Beach, Florida. Tindak pidana ini disebut terjadi antara tahun 2002 hingga 2005. Epstein terancam hukuman maksimal 45 tahun penjara jika terbukti bersalah, namun ia menyangkal seluruh dakwaan yang diajukan.

Sementara itu, pengadilan Amerika Serikat merilis surat yang diduga ditulis oleh Epstein sebelum ia meninggal. Menurut laporan dari AFP pada Kamis, 7 Mei 2026, teman satu sel Epstein mengaku menemukan surat tersebut. Dalam surat itu, Epstein tidak mengakui segala tuduhan yang dialamatkan kepadanya.

“Mereka menyelidiki saya selama berbulan-bulan TIDAK MENEMUKAN APA PUN!!!” demikian bunyi surat yang ditulis di atas kertas bergaris itu. Ia juga menuliskan, “Sungguh menyenangkan bisa memilih waktu untuk mengucapkan selamat tinggal.” Teks tersebut diakhiri dengan kalimat, “Apa yang kau ingin aku lakukan Menangis tersedu-sedu!! Tidak menyenangkan TIDAK BERHARGA!!”

Surat itu telah disegel selama bertahun-tahun sebagai bagian dari proses pidana teman satu selnya. Namun, dokumen tersebut akhirnya dirilis oleh Hakim Kenneth Karas dari Pengadilan Distrik AS untuk Distrik Selatan New York setelah adanya permintaan dari New York Times. Meskipun keaslian dokumen itu belum diverifikasi, kemunculannya kembali memicu pertanyaan yang terus berputar seputar kematian Epstein saat ia menunggu dakwaan perdagangan seks dibacakan.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar