Presiden Prabowo Hadiri Pengukuhan MUI dan Munajat Nasional di Istiqlal

- Sabtu, 07 Februari 2026 | 01:50 WIB
Presiden Prabowo Hadiri Pengukuhan MUI dan Munajat Nasional di Istiqlal

MURIANETWORK.COM - Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, akan menghadiri acara Pengukuhan Pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) periode 2025-2030 yang dirangkaikan dengan doa bersama untuk keselamatan bangsa. Acara yang digelar di Masjid Istiqlal, Jakarta, pada Sabtu (7 Februari 2026) pagi ini, digelar sebagai bentuk keprihatinan atas serangkaian bencana alam yang melanda Tanah Air. Sekitar 56.000 jamaah dari berbagai wilayah diperkirakan akan memadati lokasi untuk ikut serta dalam munajat nasional tersebut.

Simbol Kebersamaan Ulama dan Pemerintah

Kehadiran Presiden Prabowo Subianto dalam acara ini bukan sekadar seremoni. Menurut Wakil Ketua Umum MUI, KH Cholil Nafis, kedatangan kepala negara ini diharapkan menjadi simbol konkret kebersamaan antara ulama dan umara, atau pemerintah, dalam menghadapi ujian yang dialami bangsa. Dalam situasi yang penuh duka akibat bencana, kolaborasi ini dinilai penting untuk membangun ketahanan dan harapan kolektif.

KH Cholil Nafis mengonfirmasi jadwal kedatangan Presiden. "Iya, besok itu pengukuhan pengurus MUI di Istiqlal. Tapi acaranya berupa berdoa atau bersatu dalam munajat untuk keselamatan bangsa karena kita ikut prihatin dengan musibah yang terjadi di Indonesia, seperti di Aceh, Sumatera, dan di Sumbar itu," jelasnya.

Lebih lanjut, ia memperkirakan waktu kedatangan. "Insyaallah Presiden datang, mungkin jam 09.30 atau jam 10.00 Presiden hadir," tambahnya.

Skala Acara dan Peserta yang Hadir

Acara ini digelar dengan skala yang sangat besar, mencerminkan urgensi dan keseriusan dari tujuan diselenggarakannya. Sekretaris Steering Committee Panitia, KH Rofiqul Umam Ahmad, mengungkapkan bahwa pengukuhan akan dihadiri oleh jamaah dari berbagai penjuru. "Pengukuhan akan dihadiri jamaah dari Jawa Barat, Banten, dan Jabodetabek. Insya Allah jamaah yang hadir itu sebanyak 56 ribu orang," kata Kiai Rofiq.

Selain dihadiri oleh ribuan jamaah, momentum penting ini juga akan disaksikan oleh sejumlah pejabat tinggi negara. Selain Presiden, beberapa menteri dari Kabinet Merah Putih serta pimpinan lembaga tinggi negara seperti MPR, DPR, dan DPD juga telah dikonfirmasi kehadirannya untuk menyaksikan pengukuhan terhadap 1.453 orang pengurus baru MUI.

Rangkaian Acara yang Penuh Makna

Sebelum prosesi inti pengukuhan dimulai tepat pukul 10.00 WIB, suasana di Masjid Istiqlal akan terlebih dahulu diisi dengan rangkaian kegiatan religi yang khusyuk. Agenda tersebut dirancang untuk menguatkan ikhtiar spiritual dalam menghadapi musibah.

KH Rofiqul Umam Ahmad yang juga menjabat sebagai Ketua Badan Pembinaan dan Pengembangan Organisasi (BPPO) MUI memaparkan detailnya. "Agenda itu berisi doa-doa, pembacaan Yasin Fadhilah, sholawat, dan dzikir. Hal itu dimaksudkan untuk mendoakan keselamatan bangsa yang belakangan ini diuji dengan musibah," ungkapnya.

Harapan untuk Keberkahan dan Kemaslahatan

Di balik skala besar dan rangkaian acara yang telah dipersiapkan, pihak penyelenggara menekankan bahwa inti dari seluruh kegiatan adalah permohonan doa dan harapan untuk negeri. MUI berharap acara ini dapat berjalan dengan lancar dan membawa dampak positif yang luas bagi seluruh masyarakat.

Harapan itu disampaikan langsung oleh Kiai Rofiq. "Mohon doa kepada seluruh umat Islam Indonesia agar acara tersebut berjalan lancar, sukses, berkah, dan membawa kemaslahatan serta kemajuan bagi bangsa kita," tuturnya.

Dengan demikian, acara di Masjid Istiqlal ini tidak hanya menjadi malam pengukuhan organisasi keagamaan, tetapi lebih dari itu, sebuah ruang bersama bagi bangsa untuk merenung, bersatu, dan berikhtiar melalui doa di tengah cobaan.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar