Setiap hari, puluhan juta orang di Indonesia berhadapan dengan ancaman yang tak terlihat: spam dan penipuan digital. Tapi, ada sistem yang bekerja di balik layar untuk melindungi mereka. Dalam enam bulan terakhir, upaya ini diklaim telah mencegah potensi kerugian yang fantastis: hampir Rp 8 triliun.
Wakil Menteri Komunikasi dan Informatika, Nezar Patria, menekankan bahwa keamanan warga di ruang digital adalah prioritas utama. Hal ini menjadi semakin krusial mengingat maraknya kejahatan siber yang datang lewat panggilan tak dikenal, pesan mencurigakan, dan tautan berbahaya.
“Ruang digital yang terhubung dan terus tumbuh ini haruslah aman. Kita tidak bisa membiarkan masyarakat hidup dalam kecemasan saat beraktivitas di dunia digital,”
ujar Nezar dalam acara Fighting Spam & Scams: Solving Real Problems, Delivering Real Impact di Jakarta, Jumat (6/2/2026).
Menurutnya, lebih dari 2 miliar panggilan, pesan, dan tautan berisiko berhasil dideteksi dalam kurun waktu tersebut. Angkanya sangat besar.
“Rata-rata lebih dari 33 juta pelanggan terlindungi setiap hari dari potensi scam dan penipuan digital,”
tuturnya.
Di sisi lain, partisipasi masyarakat juga mulai terlihat. Lebih dari 2,5 juta pelanggan sudah mengambil langkah aktif dengan mengaktifkan fitur perlindungan dan melaporkan aksi spam yang mereka terima. Ini bukan angka kecil.
Artikel Terkait
AS Ajukan 15 Syarat Gencatan Senjata ke Iran, Siap Kerahkan Ribuan Tentara Tambahan
Mitra MBG Minta Maaf Usai Video Joget di Dapur Gizi Viral dan Berujung Sanksi
Polisi Sebut Kelalaian Pengemudi Jadi Penyebab Taksi Online Nyemplung ke Kolam Bundaran HI
Program Mudik ke Jakarta Raup Rp21 Triliun, Diprediksi Tembus Rp25 Triliun