MURIANETWORK.COM - Forum studi pasar modal terbesar dan tertua di tingkat mahasiswa, Indonesia Capital Market Student Studies (ICMSS) ke-25, kembali digelar oleh Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI). Acara yang berlangsung pada 5-6 Februari 2026 ini bertujuan memacu kesadaran investasi di kalangan anak muda, dengan menekankan pentingnya ketahanan mental dan analisis mendalam di tengah dinamika pasar yang fluktuatif.
Belajar dari Volatilitas: Mengelola Risiko dan Sentimen
Berinvestasi di pasar saham tidak pernah lepas dari dua sisi mata uang: cuan dan boncos. Untuk bertahan, seorang investor membutuhkan lebih dari sekadar pemahaman teknis. Mental yang tangguh dan kemampuan mengelola emosi menjadi kunci dalam menghadapi naik-turunnya harga saham.
Praktisi sekaligus edukator trading saham, Emir Parengkuan, dalam sesi diskusi bertajuk 'Redefining value in the new Investment landscape', mengingatkan pentingnya menyikapi sentimen pasar dengan bijak. Dia mengilustrasikannya dengan kejadian pada saham PT Diamond Citra Propertindo Tbk (DADA), yang sempat mengalami volatilitas tinggi akibat ramainya pembelian, sebelum akhirnya terjun bebas menyusul aksi pelepasan saham oleh pengendali.
"Kita bisa melihatnya dari dua sisi. Sisi pertama yang negatifnya, yaitu: 'Ya ampun kenapa gua masuk saham gorengan? Sekarang gua hilang 1 miliar dan gua enggak bisa recover lagi'," tuturnya.
Due Diligence: Fondasi Keputusan Investasi yang Bertanggung Jawab
Oleh karena itu, Emir menekankan bahwa tanggung jawab akhir tetap berada di pundak investor sendiri. Dalam menghadapi berbagai informasi, baik dari media maupun analis, langkah krusial yang harus dilakukan adalah verifikasi. Dia mencontohkan pentingnya due diligence ketika muncul isu seperti akuisisi DADA oleh The Vanguard.
"Kalau misalnya kita melihat suatu cerita atau news gitu yang mengatakan sebuah saham ada akuisisi, ada merger, apa segala macam, kita itu sebenarnya harus melakukan due diligence dulu. Due diligence, apakah informasi ini akurat atau enggak," jelas Emir.
Dari setiap pengalaman, baik untung maupun rugi, selalu ada pelajaran yang bisa diambil. Menurutnya, investasi adalah soal bagaimana mengapitalisasi peluang di pasar dengan persiapan modal yang matang, tidak hanya secara finansial, tetapi juga pengetahuan dan mentalitas.
"Jadi mungkin garis besarnya seperti itu. Selalu semuanya di apapun itu ada Yin and Yang-nya. Daripada kita fokusnya ke negatif, kita shift fokus kita ke yang positif," lanjutnya.
Komitmen ICMSS ke-25: Wadah Belajar bagi Generasi Muda
Di sisi lain, penyelenggaraan ICMSS yang memasuki usia seperempat abad ini menegaskan posisinya sebagai acara legendaris di kalangan akademisi pasar modal. President of The 25th ICMSS, Falito Villienuve Tandra, menyatakan komitmen untuk terus menghadirkan nilai dan manfaat bagi peserta.
“Jadi di tahun ke-25 ini tentunya kami berkomitmen untuk menghadirkan pembelajaran, wadah, dan juga insights yang menarik mengenai capital market,” ungkap Falito.
Gelaran selama dua hari di Auditorium FEB UI, Depok, tersebut diharapkan dapat menjadi katalisator bagi lahirnya investor-investor muda yang tidak hanya cerdas secara analitis, tetapi juga berkarakter kuat dalam menghadapi tantangan pasar yang kompleks.
Artikel Terkait
Menkeu Purbaya Sebut Pegawai Pajak dan Bea Cukai Pakai Rompior sebagai Terapi Kejut
Menkeu Purbaya Bantah Risiko Downgrade Moodys, Sebut Fundamental Ekonomi Menguat
Pegadaian Targetkan Antrean Pengambilan Emas Fisik Tuntas Akhir Februari 2026
Prabowo dan Albanese Tandatangani Traktat Keamanan Bersama RI-Australia