Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa tak main-main. Menyikapi maraknya oknum pegawai pajak dan bea cukai yang berurusan dengan hukum hingga harus mengenakan rompi oranye dia menyebutnya sebagai sebuah terapi kejut. Bagi seluruh jajaran Kemenkeu, ini peringatan keras.
“Bagus nggak rompinya? Hahaha.”
Ucapannya disambai tawa ringan seusai Sidang Terbuka Satgas Debottlenecking, Jumat lalu. Tapi pesannya serius. “Enggak, itu shock therapy untuk pegawai pajak dan bea cukai, untuk lebih fokus lagi ke depan menjalankan tugasnya. Saya pikir nggak apa-apa itu, tempatnya juga sama, ada hal yang sama,” tegas Purbaya.
Di sisi lain, langkahnya tak cuma berhenti pada peringatan. Proses hukum yang berjalan justru jadi momentum untuk aksi lebih masif: re-organisasi. Setelah sebelumnya mengguncang Direktorat Jenderal Bea dan Cukai dengan mutasi puluhan pegawai, giliran Direktorat Jenderal Pajak yang akan dirombak sore ini. “Bea Cukai kan kemarin sudah saya ganti berapa puluh orang pegawai. Jadi, sore ini berapa puluh pegawai pajak pun saya akan putar,” ujarnya tanpa ragu. Tujuannya jelas: memutus rantai praktik tak sehat dan mengembalikan integritas institusi.
Artikel Terkait
Polisi Ungkap Rute Pelarian Tersangka Pembunuhan Cucu Mpok Nori
Arus Mudik H+1 Lebaran Masih Tinggi, Jasa Marga Imbau Atur Waktu Kepulangan
Polisi Tangkap WNI Irak Diduga Pelaku Pembunuhan Cucu Mpok Nori di Bambu Apus
Rupiah Diprediksi Tertekan Usai Libur Idulfitri, Ancaman Dolar AS dan Geopolitik Global