Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa tak main-main. Menyikapi maraknya oknum pegawai pajak dan bea cukai yang berurusan dengan hukum hingga harus mengenakan rompi oranye dia menyebutnya sebagai sebuah terapi kejut. Bagi seluruh jajaran Kemenkeu, ini peringatan keras.
“Bagus nggak rompinya? Hahaha.”
Ucapannya disambai tawa ringan seusai Sidang Terbuka Satgas Debottlenecking, Jumat lalu. Tapi pesannya serius. “Enggak, itu shock therapy untuk pegawai pajak dan bea cukai, untuk lebih fokus lagi ke depan menjalankan tugasnya. Saya pikir nggak apa-apa itu, tempatnya juga sama, ada hal yang sama,” tegas Purbaya.
Di sisi lain, langkahnya tak cuma berhenti pada peringatan. Proses hukum yang berjalan justru jadi momentum untuk aksi lebih masif: re-organisasi. Setelah sebelumnya mengguncang Direktorat Jenderal Bea dan Cukai dengan mutasi puluhan pegawai, giliran Direktorat Jenderal Pajak yang akan dirombak sore ini. “Bea Cukai kan kemarin sudah saya ganti berapa puluh orang pegawai. Jadi, sore ini berapa puluh pegawai pajak pun saya akan putar,” ujarnya tanpa ragu. Tujuannya jelas: memutus rantai praktik tak sehat dan mengembalikan integritas institusi.
Namun begitu, sikap tegasnya ini punya sisi lain. Purbaya memastikan kementerian tetap akan memberikan pendampingan hukum bagi pegawai yang berurusan dengan aparat penegak hukum. Alasannya, untuk menjaga hak-hak mereka sekaligus mencegah suasana kerja jadi penuh ketakutan. “Saya akan dampingin aja dalam pengertian gini. Itu kan pegawai keuangan, jangan sampai nggak didampingin. Nanti kalau saya nggak dampingin, setiap ada masalah langsung saya buang. Nanti orang keuangan semuanya nggak ada yang mau kerja,” jelasnya.
Tapi dia buru-buru menggarisbawahi. Pendampingan ini sama sekali bukan bentuk intervensi. Bukan untuk menghentikan proses hukum yang sudah berjalan. “Tapi saya akan dampingin, hukumnya pun saya akan dampingin supaya nggak di-reduce. Supaya ada fair treatment ketika melakukan proses peradilannya,” kata Purbaya. “Tapi saya nggak akan intervensi dalam pengertian saya datang ke sana, suruh hentikan prosesnya.”
Jadi, pesannya tegas namun proporsional. Tegas pada pembersihan internal dan perombakan struktural, namun tetap menjaga asas keadilan serta hak-hak pegawai di tengah proses hukum. Semua demi satu hal: memulihkan fokus dan integritas di lingkungan Kementerian Keuangan.
Artikel Terkait
Laba Amazon Tembus USD21,2 Miliar, Saham Anjlok 11% Usai Rencana Investasi AI USD200 Miliar
Toyota Tunjuk Kenta Kon sebagai CEO Baru, Proyeksi Laba Ditingkatkan
Satgas P2SP Permudah Perizinan Apotek UMKM dan Dorong Bioetanol
Kemenag Siapkan Rukyat Hilal di 96 Titik untuk Tentukan Awal Ramadan 2026