Informasi terkait bunuh diri dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi siapa pun untuk melakukan tindakan serupa. Bila Anda merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan Anda ke pihak-pihak yang dapat membantu, seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.
MURIANETWORK.COM - Wakil Ketua Komisi X DPR, Lalu Hadrian, menegaskan bahwa kasus tragis siswa SD di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang mengakhiri hidupnya tidak terkait dengan implementasi program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurut analisisnya, akar persoalan justru terletak pada mekanisme penyaluran bantuan pendidikan yang belum optimal, yang diduga memicu tekanan pada anak tersebut.
Anggaran Pendidikan Dinilai Tidak Terganggu
Lalu Hadrian menjelaskan bahwa program MBG secara prinsip tidak akan mengurangi porsi anggaran pendidikan. Ia merujuk pada komitmen pemerintah untuk menambah alokasi dana melalui revitalisasi infrastruktur pendidikan.
"Jadi gini, kami sudah mendapat informasi detail terkait dengan dana MBG. MBG sebenarnya pada prinsipnya tidak akan mengganggu anggaran pendidikan," ucapnya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (5/2/2026).
Ia melanjutkan, dengan penambahan tersebut, anggaran pendidikan dipastikan akan melebihi ketentuan wajib 20 persen sesuai amanat konstitusi. Meski memahami berbagai masukan dari publik, politikus dari PKB ini tetap berpendapat bahwa fokus investigasi harus pada efektivitas penyaluran bantuan.
Artikel Terkait
Dua Prajurit Marinir Gugur Disergap Kelompok Bersenjata di Maybrat
Polisi Terapkan Sistem Satu Arah dari Puncak ke Jakarta, Arus Naik Padat
Ragunan Dibanjiri 60 Ribu Pengunjung di H+2 Lebaran, Pengelola Siapkan 27 Titik Parkir
Ribuan Pengunjung Padati Ragunan, Pengelola Tambah Titik Parkir Jadi 27