Pegiat media sosial Ade Armando mempertanyakan pernyataan juru bicara Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla, Husain Abdullah, yang berharap kasus yang menimpa Ade dapat menjadi pelajaran bagi semua pihak. Ia mengaku tidak memahami maksud dari harapan tersebut.
"Apa yang bisa jadi pelajaran dari kasus saya?" ujar Ade Armando saat dihubungi pada Kamis (7/5/2026).
Meskipun demikian, ia tidak memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai pernyataannya. Ade justru mengaku tidak mengerti arah pembicaraan Husain Abdullah. "Saya tidak mengerti," katanya singkat.
Sebelumnya, Ade Armando memutuskan mundur dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) setelah dirinya dilaporkan ke polisi oleh 40 organisasi kemasyarakatan Islam. Laporan tersebut berkaitan dengan dugaan pemotongan ceramah Wapres ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla. Menanggapi pengunduran diri itu, Husain Abdullah berharap persoalan ini menjadi pelajaran bagi siapa pun, tidak terbatas pada Ade Armando.
Husain awalnya menyebut bahwa keputusan Ade mundur dari PSI merupakan ranah internal. Ia menilai ada kekhawatiran dari Ade agar partainya tidak ikut terseret dalam persoalan yang dihadapinya. "Kalau soal pengunduran diri Ade Armando dari partainya, itu masuk ranah internal beliau. Yang konon karena tidak mau partainya disangkutpautkan," kata Husain saat dihubungi pada Rabu (6/5).
Di sisi lain, Husain menegaskan bahwa kasus ini seharusnya menjadi momentum refleksi bagi semua kalangan. Menurutnya, praktik-praktik yang dilakukan Ade Armando dan sejumlah pihak lain seharusnya tidak lagi terjadi di masa mendatang. "Karena itu, ini pelajaran buat siapa pun. Bukan hanya kepada Ade Armando. Bahwa praktik-praktik pembohongan publik seperti itu, yang menyerupai praktik agitasi dan propaganda yang bertujuan menggiring opini sesat, untuk pembunuhan karakter terhadap seseorang, hendaknya dihentikan," ujarnya.
Artikel Terkait
Lampu Jalan di Cipinang Muara Kembali Menyala Usai Dicuri, Pelaku Masih Buron
Tim BPTD dan Dishub Turun ke Lokasi Kecelakaan Maut Bus ALS di Muratara, Izin Angkutan Ternyata Sudah Kedaluwarsa
Prabowo Tiba di KTT ASEAN ke-48 di Filipina, Gunakan Mobil Maung Garuda sebagai Simbol Diplomasi Industri Nasional
Psikolog TNI Sebut Empat Terdakwa Penyerangan Air Keras ke Aktivis KontraS Masih Layak Jadi Prajurit