MURIANETWORK.COM - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menanggapi pandangan lembaga pemeringkat Moody's mengenai kondisi fiskal Indonesia dengan optimisme. Dalam pernyataannya, Menkeu menegaskan bahwa fundamental ekonomi nasional sedang dalam proses pemulihan yang kuat, sehingga penilaian yang mengarah pada risiko penurunan peringkat (downgrade) dinilai kurang berdasar. Pernyataan ini disampaikan usai Sidang Terbuka Satgas Debottlenecking pada Jumat (6 Februari 2026).
Fundamental Ekonomi yang Menguat
Purbaya meyakini bahwa arah kebijakan pemerintah sudah tepat, dengan pertumbuhan ekonomi yang mencapai 5,39 persen pada kuartal IV-2025 sebagai bukti utamanya. Dia melihat momentum ini sebagai awal dari perbaikan yang lebih cepat dan solid. Menurutnya, lembaga pemeringkat internasional perlu melihat perkembangan di Indonesia secara lebih komprehensif dan adil.
"Ya biar aja seperti itu, yang jelas kan ekonomi kita sudah berbalik arah, lebih cepat daripada sebelumnya. Kedepan akan membaik juga, lebih bagus lagi, saya pikir, pertumbuhan akan lebih cepat. Nanti saya pikir pelan-pelan Moody’s akan melihat apa yang terjadi di sini dengan lebih fair," ujarnya.
Target Peningkatan Peringkat di Masa Depan
Alih-alih khawatir dengan downgrade, Menkeu justru melihat ruang untuk peningkatan peringkat (upgrade). Targetnya adalah ketika pertumbuhan ekonomi berhasil mencapai level 6 persen atau lebih. Dia menilai rasio defisit Indonesia masih lebih sehat dibandingkan banyak negara lain, sehingga fokus pemerintah adalah terus memperbaiki fundamental ekonomi.
"Alasannya nggak terlalu kuat untuk downgrade. Justru kita harusnya nanti pelan-pelan akan ada prospek upgrade, mungkin setelah akhir tahun ketika ekonomi kita tumbuh 6 persen atau lebih. Jadi saya akan fokus memperbaiki fundamental ekonomi saja," tuturnya.
Artikel Terkait
Korlantas Berlakukan Sistem Satu Arah Nasional untuk Arus Balik Mulai 24 Maret
Dua Pilot Tewas, Puluhan Luka dalam Kecelakaan Pesawat Air Canada dengan Truk Pemadam di Bandara LaGuardia
KPK Tunggu Hasil Tes Kesehatan untuk Kembalikan Yaqut ke Rutan
Mudik Lebaran 2026: 4,41 Juta Penumpang Melalui Bandara, Soekarno-Hatta Paling Padat