Australia dan Indonesia Perkuat Kemitraan dengan Traktat Keamanan Baru

- Jumat, 06 Februari 2026 | 14:30 WIB
Australia dan Indonesia Perkuat Kemitraan dengan Traktat Keamanan Baru

Anthony Albanese, Perdana Menteri Australia, tak menyembunyikan rasa sukacitanya. Ia baru saja menyaksikan penandatanganan Traktat Keamanan Bersama dengan Indonesia, sebuah langkah yang dinilainya bakal mengukuhkan kemitraan strategis kedua negara. Bagi Albanese, hubungan ini sudah melampaui sekadar kerja sama formal. "Kita bukan cuma mitra kerja," ujarnya, "tapi juga teman dekat."

Momen ini punya resonansi sejarah yang kuat. Menurut Albanese, perjanjian serupa terakhir kali terjadi tiga puluh tahun silam, tepatnya di era pemerintahan PM Paul Keating dan Presiden Soeharto pada Desember 1995. Jadi, penandatanganan hari ini adalah sebuah babak baru.

"Perjanjian ini mencerminkan persahabatan yang erat, kemitraan, dan kepercayaan yang mendalam antara kedua negara kita di bawah Kemitraan Strategis Komprehensif kita," kata Albanese.

Ia melanjutkan, "Ini dibangun di atas sejarah kerja sama pertahanan yang dimulai sejak tiga dekade lalu pada masa pemerintahan Keating dan Soeharto, yang ditandatangani pada bulan Desember 1995."

Suasana haru dan optimisme terasa jelas dalam pernyataannya. "Hari ini saya sangat senang menandatangani perjanjian ini dengan Bapak Presiden," ungkapnya. Ia menyebutnya sebagai momen bersejarah yang menegaskan bahwa perdamaian dan stabilitas kawasan hanya bisa dicapai dengan aksi bersama.

Editor: Dewi Ramadhani


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar