MURIANETWORK.COM - Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Republik Indonesia memperdalam kemitraan dengan Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA). Kolaborasi bilateral ini difokuskan untuk menyelaraskan standar dan prosedur sertifikasi halal, guna memfasilitasi perdagangan produk pertanian yang lebih lancar dan terpercaya antara kedua negara.
Komitmen untuk Transparansi dan Efisiensi
Dalam pertemuan yang berlangsung pada Sabtu (7/2/2026), kedua lembaga menegaskan tekad mereka untuk membangun sistem yang lebih baik. Kepala BPJPH, Ahmad Haikal Hasan, yang akrab disapa Babe Haikal, menyampaikan bahwa kerja sama ini dirancang untuk memberikan dampak nyata bagi berbagai pihak di kedua negara.
"BPJPH RI dan USDA menegaskan komitmen bersama untuk memperkuat kemitraan strategis dalam perdagangan pertanian, menciptakan proses sertifikasi halal yang lebih transparan dan efisien," ucap Haikal.
"Selain itu memberikan manfaat nyata bagi petani, pelaku usaha, dan konsumen di Indonesia maupun Amerika Serikat," imbuhnya.
Pembahasan berfokus pada peningkatan kualitas perdagangan, yang diharapkan dapat memperkuat hubungan bilateral di sektor produk halal secara timbal balik. Haikal juga menegaskan bahwa kewajiban sertifikasi halal bagi produk yang masuk ke Indonesia adalah amanat undang-undang, yang bertujuan memastikan ketersediaan produk halal bagi masyarakat.
Pasar Potensial dan Fokus Komoditas
Di sisi lain, delegasi USDA menyampaikan inisiatif strategis Amerika Serikat untuk memperluas pasar pertanian global. Indonesia dipilih sebagai salah satu mitra utama dalam program overseas engagement mereka, yang menargetkan kerja sama dengan enam negara dalam setahun. Minat eksportir AS untuk memenuhi standar halal Indonesia tercatat sangat tinggi.
Beberapa komoditas menjadi sorotan utama dalam optimalisasi impor ini. "Komoditas utama yang menjadi fokus optimalisasi impor dari Amerika Serikat meliputi kedelai, produk daging, dan produk susu, yang seluruhnya wajib memenuhi protokol halal yang ditetapkan Indonesia," jelas Kepala BPJPH.
Harmonisasi Lembaga Sertifikasi
Poin krusial lain yang disoroti adalah pentingnya pengakuan terhadap Lembaga Sertifikasi Halal (LSH) yang beroperasi di Amerika Serikat oleh BPJPH. Langkah harmonisasi ini dinilai sebagai kunci untuk menciptakan proses yang lebih efisien dan transparan. Dengan saling pengakuan, rantai perdagangan dapat diperpendek, biaya operasional ditekan, dan kepercayaan konsumen semakin terbangun.
Pertemuan ini pada akhirnya menjadi penegasan komitmen kedua negara. "Secara keseluruhan, pertemuan bilateral tersebut mempertegas komitmen kuat BPJPH dan USDA dalam memperkuat perdagangan pertanian berbasis halal, membangun proses sertifikasi halal yang lebih terintegrasi," tutup Haikal. Upaya bersama ini diharapkan tidak hanya mempermudah arus barang, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi dan bisnis halal yang berkelanjutan bagi kedua bangsa.
Artikel Terkait
RUPSLB Sahkan Han Chang Sik Jadi Presdir Baru Bank Woori Saudara
Timnas Futsal Indonesia Pimpin 4-3 Atas Iran di Babak Kedua Final Piala Asia
Timnas Futsal Indonesia Tertinggal Dini dari Iran di Final Piala Asia
Clubhouse Trump International Golf Club Lido Resmikan Fasilitas MICE Terbesar di Bogor