Suasana kacau balau melanda area Tarlai, di pinggiran Islamabad, usai salat Jumat kemarin. Sebuah ledakan dahsyat mengguncang Masjid Imam Bargah Qasr-e-Khadijatul Kubra, tempat ibadah komunitas Syiah. Ratusan jemaah yang baru saja menunaikan salat tiba-tiba disergap kepanikan dan teriakan. Dari laporan yang berhasil dikumpulkan, aksi keji ini didalangi oleh kelompok radikal Islamic State (ISIS).
Duka begitu mendalam. Mayoritas korban yang berjatuhan adalah mereka yang sedang khusyuk beribadah. Lokasi masjid yang sebenarnya berada di kawasan pinggiran ibu kota itu, tak menyurutkan niat pelaku untuk menyebar teror.
Ini adalah serangan paling mematikan di Islamabad dalam kurun waktu belasan tahun terakhir. Sebelumnya, pada September 2008, sekitar 60 nyawa melayang akibat bom truk bunuh diri di Hotel Marriott. Kengerian serupa kini terulang.
Di rumah sakit terdekat, suasana tak kalah mencekam. Sejumlah jurnalis dari AFP menyaksikan langsung korban-korban dibawa masuk, beberapa di antaranya masih anak-anak. Mereka diangkut dengan tandu, atau dituntun sambil memegangi luka di tangan dan kaki. Pakaian mereka compang-camping, berlumuran darah.
Artikel Terkait
AS Ajukan 15 Syarat Gencatan Senjata ke Iran, Siap Kerahkan Ribuan Tentara Tambahan
Mitra MBG Minta Maaf Usai Video Joget di Dapur Gizi Viral dan Berujung Sanksi
Polisi Sebut Kelalaian Pengemudi Jadi Penyebab Taksi Online Nyemplung ke Kolam Bundaran HI
Program Mudik ke Jakarta Raup Rp21 Triliun, Diprediksi Tembus Rp25 Triliun