MURIANETWORK.COM - Timnas Futsal Indonesia menciptakan sejarah baru dengan melangkah ke final AFC Futsal Asian Cup 2026 untuk pertama kalinya. Dalam partai puncak yang digelar di Indonesia Arena, Jakarta, Minggu (26/5/2024), Garuda Asia harus mengakui keunggulan Iran lewat drama adu penalti 4-5, setelah bermain imbang 5-5 hingga perpanjangan waktu. Meski gagal membawa pulang trofi, pencapaian ini menandai kebangkitan signifikan futsal nasional di kancah Asia.
Laga Final Penuh Drama dan Emosi
Final turnamen berlangsung dengan tensi tinggi sejak bola pertama menggelinding. Iran, sang juara bertahan, langsung menunjukkan taring dengan gol cepat Hossein Tayyebi di menit ketiga. Namun, respons Timnas Indonesia justru mengejutkan. Mereka tampil tanpa beban dan membalikkan keadaan dalam tempo singkat. Israr Megantara menjadi bintang dengan dua gol kilat pada menit ke-8 dan ke-9, disusul oleh Reza Gunawan yang mencetak gol ketujuh, membawa Indonesia unggul 3-2 hingga turun minum.
Babak kedua berlanjut dengan ritme yang sama cepatnya. Iran berhasil menyamakan kedudukan, tetapi Samuel Eko kembali mengembalikan keunggulan Indonesia menjadi 4-3. Di menit-menit akhir waktu normal, tekanan Iran membuahkan hasil dengan gol penyeimbang, memaksa pertandingan masuk ke babak perpanjangan waktu dengan skor 4-4.
Heroik Israr Megantara dan Tragedi Adu Penalti
Pada babak extra time, Israr Megantara kembali menjadi pahlawan. Di menit ke-48, ia menyelesaikan hat-trick sekaligus membawa Indonesia unggul tipis 5-4. Suasana pun sempat bergemuruh. Sayang, pengalaman Iran berbicara. Saeid Ahmadabbasi mencetak gol penyeimbang tak lama berselang, sehingga skor kembali menjadi 5-5 dan keputusan juara harus ditentukan dari titik putih.
Di sinilah mentalitas dan pengalaman menjadi penentu. Dua eksekutor Indonesia gagal mengeksekusi penalti dengan baik, sementara semua penendang Iran tampil sempurna. Skor 5-4 untuk Iran di babak adu penalti mengukuhkan mereka sebagai juara untuk ke-14 kalinya, sekaligus mengakhiri perjalanan heroik Garuda Asia di ambang pintu kejayaan.
Kapten tim, Rio Rizky, mengakui kekecewaan namun tetap bangga dengan perjuangan rekan-rekannya. "Kami memberikan segalanya di lapangan. Sedih, tentu saja, karena peluang juara begitu dekat. Tapi kami sudah buktikan bahwa Indonesia bisa bersaing dengan tim terbaik Asia," ungkapnya dalam konferensi pers usai laga.
Tonggak Sejarah dan Fondasi Menuju Masa Depan
Di balik rasa kecewa, pencapaian ini adalah sebuah lompatan besar. Indonesia menjadi negara ASEAN kedua setelah Thailand yang pernah mencapai final Piala Asia Futsal. Perjalanan menuju final juga diwarnai prestasi gemilang, seperti kemenangan meyakinkan atas Jepang dengan skor 5-3 di babak semifinal.
Analis melihat performa tim yang berani, agresif, dan taktis sepanjang turnamen sebagai cerminan dari perkembangan struktur pembinaan yang mulai tertata. Peningkatan kualitas liga domestik dalam beberapa tahun terakhir tampaknya mulai menuai hasil di level internasional.
Pelatih kepala, Javier Lozano, menekankan bahwa ini baru awal. "Ini adalah fondasi yang kuat. Anak-anak sudah menunjukkan karakter dan kualitas. Yang penting sekarang adalah menjaga konsistensi, meningkatkan eksposur internasional, dan terus membangun dari sini," jelasnya.
Pencapaian bersejarah ini bukan sekadar tentang medali perak. Ia adalah pernyataan kepada Asia bahwa futsal Indonesia telah bangkit dan siap untuk menjadi kekuatan baru yang diperhitungkan secara berkelanjutan di masa mendatang.
Artikel Terkait
Timnas Futsal Indonesia Tumbang dari Iran di Final AFC Asian Cup Lewat Drama Adu Penalti
Panglima TNI Rotasi 99 Perwira, Mayjen Benyamin Ditunjuk Jadi Jampidmil
BRIN Buka Pendaftaran Program S2-S3 Tanpa Cuti Kerja untuk 2026/2027
Prabowo Serukan Persatuan Nasional dan Perubahan Diri di Pengukuhan MUI