Cuaca ekstrem yang mengguyur wilayah Cirebon pada Jumat lalu ternyata membawa dampak serius. Empat desa di dua kecamatan berbeda terendam banjir, menggenangi rumah ratusan keluarga. Menurut data yang dihimpun, sedikitnya 770 Kepala Keluarga atau sekitar 920 jiwa harus berhadapan dengan genangan air yang tiba-tiba datang.
Ketinggian airnya bervariasi, mulai dari sepergelangan kaki hingga setinggi orang dewasa. Di titik terparah, air mencapai satu setengah meter. Tak cuma rumah warga, fasilitas umum seperti sekolah, kantor desa, tempat ibadah, dan warung-warung ikut terendam. Situasinya cukup kacau.
Menurut Hadi Eko, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Cirebon, luapan air itu berasal dari Sungai Kedung Pane dan Sungai Pekik. Air mulai memasuki permukiman warga dengan cepat, terutama di Kecamatan Kedawung dan Gunungjati.
Dia menjelaskan penyebabnya lebih lanjut.
"Sedimentasi sungai yang tinggi, ditambah sistem drainase yang kurang optimal, bikin air sulit mengalir," ujar Hadi Eko, Sabtu (7/2/2026).
"Alhasil, genangan meluas dengan cepat, apalagi di kawasan yang padat penduduk."
Jadi, kombinasi faktor alam dan infrastruktur yang terbebani itu yang membuat banjir kali ini merata dan cukup dalam. Warga setempat kini sedang berjibaku mengatasi genangan sambil berharap cuaca segera membaik.
Artikel Terkait
82 Persen Sistem Air Bersih Pascabencana di Sumatera Telah Pulih
NASA Targetkan Maret 2026 untuk Peluncuran Artemis II, Meski Ada Kekhawatiran soal Perisai Panas
Gakkum Kemenhut Panggil Direksi RAPP Usai Temukan Gajah Sumatra Tewas di Konsesi
ART di Binjai Ditangkap Diduga Curi Perhiasan Majikan Senilai Rp112 Juta