Cuaca ekstrem yang mengguyur wilayah Cirebon pada Jumat lalu ternyata membawa dampak serius. Empat desa di dua kecamatan berbeda terendam banjir, menggenangi rumah ratusan keluarga. Menurut data yang dihimpun, sedikitnya 770 Kepala Keluarga atau sekitar 920 jiwa harus berhadapan dengan genangan air yang tiba-tiba datang.
Ketinggian airnya bervariasi, mulai dari sepergelangan kaki hingga setinggi orang dewasa. Di titik terparah, air mencapai satu setengah meter. Tak cuma rumah warga, fasilitas umum seperti sekolah, kantor desa, tempat ibadah, dan warung-warung ikut terendam. Situasinya cukup kacau.
Menurut Hadi Eko, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Cirebon, luapan air itu berasal dari Sungai Kedung Pane dan Sungai Pekik. Air mulai memasuki permukiman warga dengan cepat, terutama di Kecamatan Kedawung dan Gunungjati.
Dia menjelaskan penyebabnya lebih lanjut.
Artikel Terkait
MUI Tegaskan Peran Keluarga Krusial Dampingi PP Tunas Lindungi Anak di Dunia Maya
Jenazah Mantan Menhan Juwono Sudarsono Diberangkatkan ke TMP Kalibata
AS Kerahkan 3.500 Marinir dan Pelaut ke Timur Tengah via USS Tripoli
Garena Rilis Kode Redeem Free Fire Terbaru untuk 29 Maret 2026