Kalimantan Barat bakal segera punya jantung industri baru. Di Mempawah, fasilitas pengolahan dan pemurnian bauksit menuju alumina dan aluminium sedang dibangun. Nah, yang menarik, proyek raksasa ini butuh pasokan energi yang sangat besar. Di sinilah PT Bukit Asam Tbk (PTBA) masuk. Sebagai bagian dari holding MIND ID, perusahaan tambang ini ditunjuk untuk menyediakan energi yang andal dan berkelanjutan bagi kompleks industri tersebut.
Menurut Direktur Utama PTBA, Arsal Ismail, ini bukan sekadar urusan bisnis biasa. Ini soal sinergi dalam grup untuk menciptakan nilai tambah di dalam negeri. Komitmen mereka jelas: mendukung hilirisasi nasional dengan energi yang efisien dan punya daya saing.
Dia menambahkan, dukungan untuk proyek Mempawah ini bukti nyata keseriusan perseroan. Tujuannya ganda: memperkuat rantai pasok industri sekaligus ketahanan energi nasional. Dan yang tak kalah penting, mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Dampaknya jauh lebih luas dari sekadar menyalakan mesin pabrik. Pasokan energi yang stabil dari PTBA yang diklaim menggunakan teknologi canggih dan ramah lingkungan memberikan kepastian bagi investor. Ini pada akhirnya bisa meningkatkan daya saing industri aluminium nasional dan menguatkan kemandirian di sektor strategis.
Kalau bicara skalanya, fasilitas di Mempawah ini memang luar biasa. Ia akan menjadi penghubung krusial dalam rantai pasok terintegrasi. Kapasitasnya mencapai 3 juta ton bauksit yang diolah jadi 1 juta ton alumina per tahun. Dari jumlah alumina sebanyak itu, bisa dihasilkan sekitar 600 ribu ton aluminium.
Artikel Terkait
Menkeu: Program Makan Bergizi Gratis Bakal Dikurangi Jadi 5 Kali Seminggu
Prabowo Perintahkan Percepatan Proyek Pengolahan Sampah Jadi Listrik
Pimpinan Baru OJK Langsung Gelar Rapat Perdana Usai Dilantik di MA
Pemerintah Tetapkan WFH Wajib untuk Instansi, Imbauan untuk Swasta