Gunung Semeru Erupsi Dua Kali, Kolom Abu Capai Satu Kilometer

- Minggu, 10 Mei 2026 | 13:00 WIB
Gunung Semeru Erupsi Dua Kali, Kolom Abu Capai Satu Kilometer

Gunung Semeru kembali menunjukkan aktivitas vulkaniknya pada Minggu pagi, 10 Mei, dengan melontarkan kolom abu setinggi satu kilometer di atas puncak. Gunung api yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, itu mengalami erupsi pertama pada pukul 07.43 WIB, disusul letusan kedua sekitar setengah jam kemudian.

Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Sigit Rian Alfian, melaporkan bahwa erupsi kedua terjadi pada pukul 08.16 WIB. Kolom letusan terpantau mencapai ketinggian sekitar 1.000 meter di atas puncak, atau setara dengan 4.676 meter di atas permukaan laut.

"Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal yang bergerak ke arah utara dan barat laut," ujar Sigit dalam keterangan resmi yang diterima di Lumajang.

Erupsi tersebut terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum mencapai 22 milimeter dan berlangsung selama 114 detik. Sementara itu, erupsi pertama yang terjadi pada pukul 07.43 WIB tidak dapat diamati secara visual karena kolom letusannya tertutup kabut. Namun, alat seismograf mencatatnya dengan amplitudo maksimum 21 milimeter dan durasi 106 detik.

Gunung Semeru saat ini masih berstatus Level III atau Siaga. Dengan status tersebut, pihak berwenang mengeluarkan sejumlah rekomendasi untuk keselamatan masyarakat. Warga dilarang melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara sepanjang aliran Besuk Kobokan hingga jarak 13 kilometer dari puncak.

"Di luar jarak tersebut, masyarakat diimbau tidak beraktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan yang berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 kilometer dari puncak," jelas Sigit.

Larangan juga berlaku untuk aktivitas dalam radius lima kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru. Wilayah tersebut dinilai rawan terhadap bahaya lontaran batu pijar yang dapat membahayakan keselamatan.

Lebih lanjut, Sigit mengimbau masyarakat agar waspada terhadap potensi awan panas, guguran lava, dan lahar yang dapat mengalir melalui sungai-sungai yang berhulu di puncak gunung. Ancaman tersebut terutama perlu diantisipasi di sepanjang aliran Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, termasuk anak-anak sungai kecil yang bermuara ke Besuk Kobokan.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar