Demi Lovato Temukan Ketenangan di Dapur Setelah Perang Panjang dengan Gangguan Makan

- Minggu, 18 Januari 2026 | 19:12 WIB
Demi Lovato Temukan Ketenangan di Dapur Setelah Perang Panjang dengan Gangguan Makan

Demi Lovato tak pernah sungkan bercerita. Penyanyi asal Amerika itu sudah lama terbuka soal perjalanan hidupnya, termasuk pertarungan panjang melawan gangguan makan. Proses pemulihannya sendiri, seperti pernah diungkapkannya, sudah ia jalani sejak 2010.

Kini, di usia 33 tahun, Demi kembali berbagi cerita. Kali ini, ia menemukan sebuah titik terang yang mungkin tak terduga: dapur. Ya, aktivitas memasak rupanya jadi salah satu kunci yang membantunya berdamai dengan makanan. Menurutnya, makanan yang dulu dianggap "musuh" kini punya makna baru.

"Saya mulai memasak sekitar beberapa tahun yang lalu. Saya sama sekali bukan ahli, tetapi saya adalah seseorang yang sedang dalam masa pemulihan dari gangguan makan,"

Demikian pengakuan Lovato dalam percakapannya dengan Kylie Kelce di podcast Not Gonna Lie pada pertengahan Januari lalu.

Masa-masa awal pemulihan itu jelas bukan hal mudah. Semuanya terasa menakutkan. Bahkan sekadar pergi ke supermarket untuk belanja bahan makanan bisa jadi pengalaman yang menghancurkan.

"Sampai-sampai, setiap kali saya pergi ke toko bahan makanan, saya bisa menangis karena makanan ada di mana-mana. Dan pada saat itu, bagi saya, makanan adalah musuh,"

kenangnya dengan jujur.

Namun begitu, perlahan-lahan semuanya berubah. Ia mulai dikenalkan pada terapi memasak. Dari sanalah, hubungannya dengan makanan dibangun kembali, sedikit demi sedikit. Proses mencuci, memotong, dan mengolah bahan mentah menjadi hidangan memberinya rasa kontrol dan kepercayaan.

"Saya merasa bahwa memasak membantu membangun hubungan saya dengan makanan dengan cara yang membuat saya percaya pada makanan itu sendiri dan menikmatinya,"

ujar penyanyi Let It Go itu.

Pengalaman personal inilah yang kemudian ia tuangkan ke dalam sebuah buku masak. Judulnya, ONE PLATE AT A TIME: Recipes for Finding Freedom with Food. Buku yang dijadwalkan terbit pada 31 Maret ini lebih dari sekadar kumpulan resep; ini adalah bagian dari kisah penyembuhannya.

Lewat unggahan di media sosial, Demi menulis betapa memasak memainkan peran besar dalam pemulihannya. Buku itu berisi resep-resep sederhana yang menenangkan resep yang membantunya terhubung kembali dengan diri sendiri dan menemukan kebebasan.

Yang menarik, Demi menegaskan bukunya bukan cuma untuk orang yang sedang berjuang seperti dirinya. Ia ingin buku ini bisa menjangkau siapa saja.

"Anda mungkin tidak memiliki gangguan makan dan tidak sedang dalam pemulihan, tetapi ingin resep yang mudah dan tips untuk mulai memasak di dapur. Anda juga bisa menjadi orang itu,"

katanya.

Jadi, pada intinya, buku ini adalah undangan. Sebuah ajakan untuk melihat makanan dan dapur dari sudut pandang yang lebih hangat, penuh penerimaan, dan mungkin, sedikit lebih manusiawi.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar