MURIANETWORK.COM - Timnas Futsal Indonesia menciptakan sejarah dengan melangkah ke final AFC Futsal Asian Cup 2024 untuk pertama kalinya. Dalam partai puncak yang digelar di Indonesia Arena, Minggu (21/4/2024), Garuda Asia bertarung habis-habisan melawan raksasa Asia, Iran. Pertandingan berakhir imbang 5-5 setelah perpanjangan waktu, sebelum Iran akhirnya keluar sebagai juara lewat drama adu penalti dengan skor tipis 5-4.
Drama Gol dan Mental Juang di Final
Final langsung menyala sejak peluit awal dibunyikan. Iran, yang dikenal dengan permainan cepat dan agresif, langsung menekan dan berhasil unggul lebih dulu melalui Hassan Tayebi di menit ketiga. Namun, respons Timnas Indonesia justru mengejutkan. Dengan serangan balik yang tajam, Israr Megantara berhasil membalikkan keadaan dengan mencetak dua gol beruntun pada menit ketujuh dan kesembilan. Suasana di Indonesia Arena pun meledak, mendukung setiap pergerakan anak-anak Garuda Asia yang bermain tanpa beban.
Pertandingan berubah menjadi duel serang-menyerang yang tak kenal ampun. Meski beberapa kali tertinggal, skuad besutan pelatih Mohammad Hashemzadeh tak pernah menyerah. Mereka selalu bangkit untuk menyamakan kedudukan, menunjukkan mental baja yang jarang terlihat sebelumnya. Babak pertama ditutup dengan skor 3-2 untuk keunggulan Indonesia, memberi harapan besar bagi ribuan suporter yang memadati tribun.
Perpanjangan Waktu dan Ketegangan Adu Penalti
Intensitas laga tak kunjung surut di babak kedua. Israr Megantara semakin memantapkan performanya dengan menyelesaikan hat-trick di menit ke-48, diikuti gol Reza Gunawan yang kembali mengembalikan keunggulan. Namun, Iran yang berpengalaman tak mudah ditaklukkan. Saeid Ahmadabbasi membalas segera, memaksa pertandingan masuk ke babak perpanjangan waktu dengan skor 5-5.
Dua babak tambahan berjalan alot, namun tak ada gol tambahan yang tercipta. Nasib juara akhirnya ditentukan dari titik putih. Dalam atmosfer mencekam, pengalaman Iran menjadi faktor penentu. Mereka tampil lebih tenang dan efektif, sementara dua eksekutor Indonesia gagal mengeksekusi dengan sempurna.
“Ini pertandingan yang sangat berat. Kami memberikan segalanya, dan pemain telah bermain dengan luar biasa. Hasil ini pahit, tapi kami bangga dengan perjalanan sejarah yang telah dibuat,” ungkap pelatih Mohammad Hashemzadeh dalam konferensi pers usai laga.
Fondasi Kokoh untuk Masa Depan
Kekalahan di final tentu terasa getir. Namun, pencapaian melangkah ke partai puncak dan memberikan perlawanan sengit kepada juara bertahan sebanyak 14 kali itu adalah prestasi monumental. Pencapaian ini bukanlah sebuah kebetulan, melainkan buah dari proses pembinaan yang mulai menunjukkan arah yang jelas.
Performa solid para pemain, taktik menyerang yang berani, dan dukungan luar biasa dari publik menjadi modal berharga. Pencapaian ini diyakini para pengamat bisa menjadi fondasi kuat untuk lompatan prestasi berikutnya. Peningkatan kualitas kompetisi domestik dan semakin seringnya jam terbang internasional akan menjadi kunci untuk mendekatkan Indonesia ke level elite futsal Asia secara berkelanjutan.
Di sisi lain, Iran kembali menegaskan dominasinya. Konsistensi mereka di panggung besar menjadi tolok ukur dan sekaligus tantangan bagi negara-negara pesaing, termasuk Indonesia yang kini telah membuktikan diri sebagai kekuatan baru yang patut diperhitungkan.
Meski trofi belum berhasil dibawa pulang, semangat dan sejarah yang ditorehkan Timnas Futsal Indonesia di ajang ini telah membuka lembaran baru. Optimisme untuk masa depan yang lebih cerah kini semakin nyata terasa.
Artikel Terkait
Timnas Futsal Indonesia Tembus Final Piala Asia untuk Pertama Kali, Kalah Dramatis dari Iran Lewat Adu Penalti
Panglima TNI Rotasi 99 Perwira, Mayjen Benyamin Ditunjuk Jadi Jampidmil
BRIN Buka Pendaftaran Program S2-S3 Tanpa Cuti Kerja untuk 2026/2027
Prabowo Serukan Persatuan Nasional dan Perubahan Diri di Pengukuhan MUI