Dari kawasan Hambalang yang sejuk, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi membawa kabar yang cukup menggembirakan. Ia mengumumkan, untuk pertama kalinya, Indonesia berhasil memenangkan tender dan kini resmi memiliki sebuah hotel di Makkah. Bisa dibilang, ini adalah kampung haji milik Indonesia di tanah Arab.
“Tadi sudah sempat disampaikan juga keberhasilan pemerintah Republik Indonesia. Untuk pertama kalinya kita bisa memiliki Kampung Haji di Arab,”
kata Prasetyo kepada para wartawan, Selasa lalu.
Informasi ini sendiri pertama kali disampaikan oleh Menteri Investasi sekaligus CEO BPI, Danantara Rosan Roeslani, dalam sebuah retret kabinet. Pemerintah, menurut Prasetyo, sangat mengapresiasi langkah diplomasi Rosan yang akhirnya membuahkan hasil.
“Jadi Bapak Rosan melaporkan bahwa kita telah memenangkan bidding. Kita telah sekarang memiliki hotel sendiri di Makkah, yang ini atas diplomasi yang luar biasa dari Bapak Presiden,”
ujarnya lagi.
Yang menarik, ini bukan sekadar soal pembelian aset biasa. Prasetyo menuturkan, Pemerintah Arab Saudi untuk pertama kalinya mengubah aturannya, memperbolehkan sebuah negara memiliki aset di wilayahnya. Perubahan kebijakan ini tentu bukan hal sepele.
Menurutnya, keberhasilan ini layak disebut sebagai sebuah ‘kado’ istimewa. Bukan hanya untuk bangsa Indonesia secara keseluruhan, tapi lebih khusus lagi, akan membawa manfaat besar bagi umat Islam di tanah air.
“Saya kira itu menjadi salah satu kado bagi bangsa Indonesia dan bagi umat Islam khususnya,”
tutup Prasetyo.
Artikel Terkait
Jadwal Salat Makassar Selasa 2 Juni 2026: Imsak Pukul 04.35, Subuh 04.45 Wita
Pemerintah Siapkan Lapangan Jusuf Hamka sebagai Pos Pengungsian Utama Korban Kebakaran Kebon Kosong
Dudung Kenang Wejangan Ryamizard: Prajurit Harus Cinta Rakyat, Bukan Lawan Rakyat
InJourney Airports Siapkan 14 Bandara untuk Pemulangan Lebih dari 200 Ribu Jemaah Haji