Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengaku geleng-geleng kepala melihat realitas operasi pertambangan di Indonesia. Yang membuatnya heran, mayoritas izin usaha pertambangan (IUP) justru dikantongi perusahaan yang berkantor pusat di Jakarta, padahal lokasi galinya bisa di ujung negeri.
"Tambang ini hampir semua izinnya, IUP-nya, itu milik kantor Jakarta," ujar Bahlil, dengan nada bertanya.
Ia lalu menyebut sejumlah wilayah: "Tambang di Maluku, tambang di Sulawesi, di Papua, di Kalimantan, di Sumatera. Saya pikir-pikir kenapa izinnya kantornya semua ada di Jakarta ini?"
Pernyataannya itu disampaikan saat menjadi pembicara utama dalam acara Pembukaan Training of Trainers Sosialisasi 4 Pilar MPR RI, di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, Jumat lalu.
Bahlil tampaknya tak habis pikir. Menurutnya, negara ini bukan cuma milik para pengusaha dari Ibu Kota. Karena itu, dia berjanji bakal merapikan kondisi yang dianggapnya janggal ini. Caranya melalui kanalisasi, alias mengembalikan IUP tambang kepada pelaku usaha di daerah.
"Maka perlahan-lahan kita kanalisasi, izin kita kembalikan kepada teman-teman daerah," tegasnya.
Artikel Terkait
Fabregas Persembahkan Kemenangan Telak Como untuk Almarhum Michael Bambang Hartono
Arus Balik Diprediksi Puncak Besok, Bakauheni Sudah Padat Sejak Hari Ini
Keluarga Ungkap Riwayat KDRT dan Keguguran Berulang Anggi, Korban Pembunuhan Mantan Suami Siri
Iran Luncurkan Ratusan Rudal ke Tel Aviv dan Pangkasan AS-Inggris di Diego Garcia