Bupati Muratara Ungkap Dua Korban Tewas Kecelakaan Maut Bus vs Truk BBM adalah Keluarganya

- Jumat, 08 Mei 2026 | 05:40 WIB
Bupati Muratara Ungkap Dua Korban Tewas Kecelakaan Maut Bus vs Truk BBM adalah Keluarganya

Bupati Musi Rawas Utara (Muratara), Devi Suhartoni, mengungkapkan bahwa dua dari belasan korban tewas dalam kecelakaan maut antara Bus ALS dan truk tangki bahan bakar minyak (BBM) di wilayahnya merupakan bagian dari keluarganya. Kedua kerabat tersebut diketahui sebagai sopir dan kernet truk tangki yang menjadi lawan tabrakan bus nahas itu.

“Dua korban adalah keluarga saya, sopir dan kernet truk tangki minyak itu dari Desa Belani. Untuk yang sopir itu nenek kami berdua beradik. Namun ini semua jalan Tuhan dan cobaan bagi saya sebagai pemimpin Muratara maupun sebagai keluarga,” ujar Devi dalam pernyataannya, Jumat (8/5/2026).

Peristiwa tragis itu terjadi di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) wilayah Muratara, Sumatera Selatan, pada Rabu (6/5) sekitar pukul 12.00 WIB. Devi menyebutkan, dua korban yang merupakan keluarganya itu bernama Aryanto (49) dan Martono (48).

“Kami pemerintah kabupaten terus melakukan pendataan dan membantu menghubungi keluarga korban dan perwakilan ALS terdekat serta memberi pelayanan terbaik kepada korban kecelakaan ini,” katanya.

Devi menambahkan, pihaknya bersama kepolisian selama ini telah berulang kali mengingatkan para sopir bus lintas Sumatera agar tidak memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi saat melintas di wilayah Muratara. Ia menjelaskan, kondisi jalan yang berlubang kerap memicu kecelakaan karena pengendara secara refleks menghindari lubang, sehingga berpotensi masuk ke bahu jalan atau bertabrakan dengan kendaraan lain.

“Kita sudah pasang imbauan kecepatan dan hati-hati. Pihak Polres Muratara juga sudah bergerak melakukan penambalan jalan, namun tidak semua bisa ditambal karena masih banyak lubang kecil-kecil,” kata Devi.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar