Wall Street ditutup melemah pada perdagangan Kamis (7/5/2026) waktu setempat, mengakhiri reli beberapa hari terakhir yang sempat mendorong indeks-indeks utama ke level tertinggi. Indeks S&P 500 berakhir lebih rendah, terutama terdampak oleh tekanan pada saham Intel dan sejumlah emiten semikonduktor lainnya. Selain itu, ketidakpastian yang menyelimuti pembicaraan damai antara Amerika Serikat dan Iran turut membebani sentimen pasar secara keseluruhan.
Berdasarkan laporan yang dihimpun, indeks S&P 500 tercatat turun 0,38 persen dan menutup sesi di level 7.337,11 poin. Sementara itu, indeks Nasdaq melemah 0,13 persen menjadi 25.806,20 poin, dan Dow Jones Industrial Average merosot 0,63 persen ke posisi 49.596,97 poin. Penurunan ini terjadi setelah beberapa hari sebelumnya pasar mencatatkan penguatan signifikan.
Kepala Manajemen Portofolio di Horizon Investments, Mike Dickson, menilai fluktuasi semacam ini adalah hal yang wajar dalam tren pemulihan.
“Anda bisa mengalami serangkaian hari seperti ini, dan itu tidak akan mengurangi fakta bahwa ini telah menjadi kuartal pemulihan yang luar biasa, didorong oleh fundamental,” ujarnya.
Di sektor teknologi, saham Arm Holdings yang terdaftar di Amerika Serikat mengalami anjlok. Kekhawatiran investor muncul terkait kemampuan perusahaan dalam mengamankan pasokan yang cukup untuk chip kecerdasan buatan (AI) terbarunya, meskipun perusahaan sebelumnya melaporkan perkiraan pendapatan yang kuat. Saham Intel dan Advanced Micro Devices masing-masing turun sekitar tiga persen, mengembalikan sebagian keuntungan yang diraih pada awal pekan ini.
Indeks PHLX, yang melacak saham-saham semikonduktor, turun 2,7 persen. Meski demikian, indeks tersebut masih mencatat kenaikan sebesar 47 persen sepanjang kuartal ini. Di sisi lain, saham Nvidia dan Microsoft justru naik hampir dua persen, menegaskan kepercayaan investor terhadap perusahaan-perusahaan raksasa di bidang kecerdasan buatan.
Reli panjang di sektor teknologi dan AI sebelumnya telah mendorong indeks-indeks saham Amerika Serikat ke rekor tertinggi dalam beberapa hari terakhir. Investor menyambut baik tanda-tanda permintaan yang kuat terhadap kecerdasan buatan serta musim laporan keuangan yang solid. Perusahaan-perusahaan tercatat berada di jalur menuju pertumbuhan laba terkuat dalam lebih dari empat tahun terakhir.
Meskipun mengalami pelemahan pada Kamis, indeks S&P 500 masih mencatat kenaikan tujuh persen sepanjang tahun 2026. Dalam sesi tersebut, S&P 500 mencatat 18 rekor tertinggi baru dan 11 rekor terendah baru, sementara Nasdaq mencatat 132 rekor tertinggi baru dan 89 rekor terendah baru. Harga minyak mentah juga sedikit turun, diperdagangkan di kisaran 100 dolar AS per barel.
Artikel Terkait
Harga Minyak Melonjak setelah AS Serang Target Iran di Selat Hormuz
IHSG Diprediksi Tertekan, Berpotensi Koreksi ke Kisaran 6.645-6.838
Wall Street Melemah, Reli Saham Teknologi Terhenti di Tengah Ketidakpastian Negosiasi AS-Iran
Wall Street Melemah, Reli Saham Teknologi dan Intel Terkoreksi