Dua Mantan Menteri Pertahanan Tiongkok, Wei Fenghe dan Li Shangfu, Dihukum Mati atas Kasus Korupsi

- Jumat, 08 Mei 2026 | 06:15 WIB
Dua Mantan Menteri Pertahanan Tiongkok, Wei Fenghe dan Li Shangfu, Dihukum Mati atas Kasus Korupsi

Dua mantan Menteri Pertahanan Tiongkok, Wei Fenghe dan Li Shangfu, resmi dijatuhi hukuman mati oleh pengadilan di bawah kepemimpinan Presiden Xi Jinping setelah terbukti menerima suap dalam jumlah besar. Keputusan ini menandai babak baru dalam kampanye antikorupsi yang terus digencarkan pemerintah, khususnya di lingkungan militer.

Hukuman yang dijatuhkan kepada kedua pejabat tinggi tersebut merupakan jenis vonis mati dengan penangguhan eksekusi selama dua tahun. Dalam praktik peradilan Tiongkok, mekanisme ini kerap diterapkan pada kasus korupsi tingkat tinggi. Jika selama masa penangguhan terpidana tidak melakukan tindak pidana lain, hukuman mati secara otomatis akan diubah menjadi penjara seumur hidup.

Menurut laporan kantor berita Xinhua, investigasi yang berlangsung sejak 2023 mengungkap bahwa Li Shangfu diduga menerima suap dalam jumlah yang sangat besar, sekaligus turut menyuap pihak lain. Temuan investigasi juga menyebutkan bahwa ia menyalahgunakan jabatan untuk mencari keuntungan pribadi, baik untuk dirinya sendiri maupun orang lain.

“Sebagai kader senior partai dan militer, Li Shangfu mengkhianati misi awalnya, mengkhianati kepercayaan Komite Sentral Partai dan Komisi Militer Pusat, serta menyebabkan kerusakan besar pada tujuan partai dan pertahanan nasional,” demikian pernyataan resmi yang dikutip Xinhua pada Jumat, 8 Mei 2026.

Sementara itu, Wei Fenghe dituduh menerima suap berupa uang dan barang berharga, serta diduga membantu pihak lain memperoleh keuntungan yang tidak sah dalam pengaturan kepegawaian. Tindakannya dinilai “sangat serius, dengan dampak yang sangat merugikan dan kerugian yang luar biasa.”

Kampanye antikorupsi di tubuh militer memang menjadi salah satu fokus utama Presiden Xi Jinping sejak ia menjabat pada 2012. Selama lebih dari satu dekade, berbagai penyelidikan dan persidangan telah dilakukan, yang berujung pada pemecatan dan pemidanaan sejumlah perwira tinggi.

Gelombang pemberantasan korupsi ini bahkan telah merambah hingga ke Pasukan Roket Tentara Pembebasan Rakyat, unit yang mengendalikan rudal nuklir dan persenjataan jarak jauh lainnya. Dalam prosesnya, seorang jenderal tinggi bernama Zhang Youxia, yang juga anggota Politbiro dan sempat dianggap sebagai sekutu Xi Jinping, turut ditangkap.

Dengan dijatuhkannya vonis terhadap dua mantan menteri pertahanan ini, publik menilai bahwa kampanye antikorupsi di sektor pertahanan dan militer Tiongkok terus mengalami eskalasi. Keduanya menjadi figur terbaru yang harus berhadapan dengan jerat hukum dalam apa yang disebut sebagai operasi pembersihan internal yang semakin intensif.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar