Nusron: Upaya Mediasi Prabowo Dapat Dukungan Negara Timur Tengah

- Jumat, 06 Maret 2026 | 01:05 WIB
Nusron: Upaya Mediasi Prabowo Dapat Dukungan Negara Timur Tengah

Malam itu di Istana, usai buka puasa dengan para ulama, Nusron Wahid terlihat cukup optimis. Menteri ATR/BPN yang juga dikenal sebagai kader NU itu membicarakan langkah terbaru Presiden Prabowo Subianto di kancah global. Menurutnya, upaya Indonesia untuk memediasi ketegangan antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran ternyata disambut positif. Bukan cuma di dalam negeri, tapi juga oleh sejumlah negara di Timur Tengah.

"Sambil melihat keadaan, tadi disampaikan, prinsipnya Bapak Presiden menginginkan adanya pertemuan dengan Iran. Untuk menjadi mediasi dan Iran membuka diri,"

ujar Nusron kepada awak media yang menunggu. Suasana Kamis malam tanggal 5 Maret 2026 itu memang hangat, penuh percakapan serius di sela-silahturahmi.

Dia menyebut dukungan itu datang dari beberapa pihak. "Dan kemudian langkah-langkah yang diambil Pak Presiden itu mendapat support dari beberapa negara Timur Tengah dan negara Islam lain. Termasuk dari Pakistan, termasuk juga dari UAE,"

tambahnya, tanpa merinci lebih jauh.

Namun begitu, Nusron memilih untuk tidak berpanjang lebar. Soal detail dan penjelasan teknis, dia serahkan sepenuhnya kepada Menteri Luar Negeri Sugiono yang akan memberi penjelasan publik nanti. Yang dia tekankan cuma satu: inisiatif perdamaian itu tidak bertepuk sebelah tangan. "Tetapi tentunya ini menjadi wilayahnya Bapak Menteri Luar Negeri yang berhak untuk menjelaskan. Tetapi tadi dijelaskan upaya Bapak Presiden mendapatkan support dari negara-negara pemimpin-pemimpin negara di Timur Tengah lainnya,"

katanya.

Intinya, menurut Nusron, ada komitmen bersama untuk menghentikan peperangan. Prabowo dan delapan pemimpin negara Arab yang terdampak konflik sepakat bahwa situasi tak boleh dibiarkan berlarut. "Intinya, Pak Presiden bersama tujuh pemimpin negara yang tergabung dalam kelompok delapan itu, menginginkan adanya perdamaian. Jangan sampai perang berlarut-larut terutama di Iran maupun di kawasan Teluk dan sebagainya,"

pungkasnya.

Sebenarnya, isu kesiapan Indonesia jadi mediator ini sudah sempat mencuat sebelumnya. Lewat pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri, pemerintah menyatakan Presiden Prabowo siap memfasilitasi dialog. Bahkan, jika disetujui semua pihak, dia bersedia terbang langsung ke Teheran. Langkah itu disebut sebagai bagian dari ikhtiar menciptakan keamanan yang kondusif kembali. Sebuah sinyal diplomatik yang cukup berani, dan kini menurut kabar dari Nusron tidak sendirian.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar