Pemain Timnas U-20 Dicoret Usai Insiden Tendangan Brutal di Liga EPA

- Senin, 20 April 2026 | 12:00 WIB
Pemain Timnas U-20 Dicoret Usai Insiden Tendangan Brutal di Liga EPA
Insiden Tendangan Kungfu Gegerkan Sepak Bola Muda Indonesia

Insiden Tendangan Kungfu Gegerkan Sepak Bola Muda Indonesia

HARIAN, JAKARTA – Lagi-lagi, sepak bola Indonesia dihebohkan oleh aksi di luar batas. Kali ini terjadi di ajang Elite Pro Academy (EPA) U-20, tepatnya dalam laga antara Bhayangkara FC dan Dewa United, Minggu lalu. Sebuah tendangan kungfu yang brutal dari seorang pemain yang diduga adalah bintang Timnas U-20 menjadi sorotan. Reaksinya pun cepat. Nova Arianto, sang pelatih tim nasional usia muda, langsung angkat bicara. Tak main-main, pemain bernama Fadly Alberto Hengga akhirnya dicoret dari skuad.

Konfirmasi pemecatan itu datang langsung dari Ketua Badan Tim Nasional, Sumardji.

"Sudah dicoret di Timnas Alberto Hengga. Dia pemain kunci Timnas U-20," ujar Sumardji.

Semua berawal dari keributan biasa di pinggir lapangan. Suasana memang memanas antar personel kedua tim. Tapi kemudian, tiba-tiba saja, seorang pemain Bhayangkara FC U-20 berlari dari tengah lapangan. Dengan kecepatan penuh, ia melayangkan tendangan keras seperti jurus kungfu ke arah lawannya dari Dewa United.

Aksi itu sungguh mengerikan. Korban yang menerima tendangan itu dikabarkan mengalami cedera dislokasi bahu, cedera yang cukup serius. Sementara si pelaku, usai melancarkan aksinya, langsung kabur menjauh dari kerumunan.

Video kejadian itu pun menyebar cepat di media sosial. Netizen ramai-ramai menyoroti dan mengutuk aksi tak terpuji tersebut.

Nova Arianto Tak Beri Toleransi

Melihat hal itu, Nova Arianto jelas tak bisa diam. Lewat akun Instagram pribadinya, pelatih yang juga legenda Persib Bandung itu bersuara lantang. Baginya, sepak bola bukan tempat untuk premanisme.

“Melihat yang terjadi di Pertandingan EPA U-20 pastinya menjadi kejadian yang sangat disayangkan,” tulis Nova.

“Apa pun situasi dan alasannya, kejadian itu bukan contoh yang baik untuk dicontoh pemain lainnya.”

Nova menegaskan, status sebagai pemain timnas harusnya jadi contoh, bukan justru jadi biang keributan. Ia juga menyebut sedang mendalami duduk persoalannya.

“Seandainya benar ada pemain Timnas Usia Muda yang terlibat, pastinya ada konsekuensi yang akan diberikan,” tegasnya. “Karena sudah seharusnya pemain Timnas Usia Muda memberikan contoh yang baik.”

Siapa Pelakunya?

Spekulasi tentang identitas si penendang pun mencuat. Dari rekaman video yang beredar, dugaan kuat mengarah ke salah satu pilar penting Timnas U-20. Pemain ini bukan sembarang nama. Ia pernah ikut pemusatan latihan untuk Piala AFF U-19 dan bahkan punya catatan impresif di Piala Dunia U-17 2025. Sungguh ironis, talenta besar seperti itu ternoda oleh emosi sesaat yang tak terkendali.

Di akhir pesannya, Nova Arianto berpesan untuk semua pemain muda tanah air.

“Selalu respek dengan apa pun yang berada di lapangan. Semoga ini jadi pembelajaran bersama agar kejadian serupa tak terulang. Maju terus sepakbola Indonesia,” pungkasnya.

Kini, semua mata tertuju pada tindak lanjut dari manajemen klub dan pihak penyelenggara. Diperlukan sanksi yang tegas dan jelas. Tujuannya satu: agar wajah sepak bola Indonesia tidak terus tercoreng oleh insiden brutal semacam ini.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar