Di Aula Barat ITB, Kamis lalu, suasana cukup hangat. Syahganda Nainggolan, Ketua Dewan Direktur GREAT Institute, baru saja meluncurkan bukunya yang berjudul "Menggugat Republik". Acara itu digabung dengan seminar nasional bertajuk "Prabowonomics, Demokrasi dan Arah Republik ke Depan". Nah, di situlah ia menyampaikan pandangan yang cukup menarik perhatian.
Menurut Syahganda, dalam sejarah panjang Indonesia, cuma dua presiden yang punya ideologi kuat dan benar-benar melekat. Dua nama itu adalah Soekarno dan Prabowo Subianto.
Ia bercerita panjang lebar soal awal mula perjalanannya. Semuanya berawal dari gerakan mahasiswa di ITB, tempat ia kuliah dulu. Lingkungan aktivis kampus itulah yang menanamkan semangat perlawanan untuk bangsa. Semangat itu, katanya, tak pernah padam.
"Perjuangan tersebut masih relevan hingga saat ini," ujar Syahganda.
Ia menggambarkan, para aktivis era itu punya nyali besar. Mereka menegakkan kebenaran meski dihadapkan pada berbagai risiko. Sebagai contoh, ia menyebut kisah Jumhur Hidayat yang tetap berjuang meski keluarganya tertekan ayahnya, yang waktu itu calon Dirut Bapindo, malah dipenjara.
Artikel Terkait
Fajar/Fikri Tersingkir di 16 Besar All England Usai Duel Sengit Tiga Gim
Warga Makassar Gelar Aksi Lilin untuk Korban Penembakan Diduga Oknum Polisi
Alwi Farhan Lolos ke Perempat Final All England Usai Singkirkan Unggulan Ketujuh
Pengacara Desak Ayah Korban Kekerasan di Sukabumi Diperiksa, Diduga Biarkan Anak dalam Bahaya