Setelah Dengar Janji Prabowo, MUI Balik Arah Dukung Indonesia Masuk Dewan Perdamaian

- Selasa, 03 Februari 2026 | 19:05 WIB
Setelah Dengar Janji Prabowo, MUI Balik Arah Dukung Indonesia Masuk Dewan Perdamaian

Di Istana Jakarta, sejumlah pimpinan ormas Islam baru saja bertemu dengan Presiden Prabowo Subianto. Dari pertemuan itu, muncul dukungan mengejutkan dari Majelis Ulama Indonesia. Ya, MUI kini menyatakan sepakat dengan langkah Indonesia bergabung ke Board of Peace atau Dewan Perdamaian. Syaratnya cuma satu: badan itu harus benar-benar jalan untuk kemaslahatan.

Sebelumnya, sikap mereka berbeda. MUI sempat minta pemerintah mundur dari forum bentukan Donald Trump itu. Keterlibatan Indonesia dinilai tak berpihak pada Palestina, apalagi di dalamnya ada Netanyahu, perdana menteri Israel yang dianggap menjajah. Palestina sendiri tak diundang sebagai anggota. Itu yang jadi ganjalan.

Tapi pertemuan di Istana sepertinya mengubah perspektif. Setelah mendengar penjelasan langsung dari Prabowo, Ketua Umum MUI Anwar Iskandar menangkap komitmen yang berbeda.

"Sepanjang untuk kemaslahatan, tentu saja. Karena MUI ini berjuang untuk kemaslahatan umat, untuk kemaslahatan bangsa, untuk kemaslahatan kemanusiaan. Yang kita dengar tadi adalah komitmen dia untuk kemaslahatan itu. Nah sepanjang komitmen untuk kemaslahatan, kenapa tidak? Kan ada janji kalau memang tidak bermaslahat akan keluar,"

Ucap Anwar di kompleks Istana, Selasa lalu. Nada suaranya terdengar yakin.

Menurutnya, ada dua poin komitmen utama yang disampaikan Presiden. Pertama, berjuang untuk kemerdekaan Palestina yang utuh dan berdaulat penuh. Kedua, melalui dewan ini, Prabowo ingin meringankan penderitaan rakyat Gaza. Nah, tujuan semacam itulah yang kemudian dilihat MUI membawa maslahat. Itu juga alasan kenapa negara-negara Islam lain memutuskan untuk ikut serta.

"Dan apabila di kemudian hari ternyata tidak memberi kemaslahatan dan kebaikan organisasi ini kepada Palestina, kepada perdamaian dunia, maka seluruh negara-negara Islam yang berkumpul di situ akan keluar dari BoP,"

Anwar menegaskan kembali poin janji Prabowo itu. Baginya, pernyataan itu penting dicatat. Sebuah bentuk ketegasan.

Tak cuma soal perdamaian global, dalam pertemuan itu Prabowo juga menyinggung komitmennya memberantas korupsi dan membawa Indonesia menuju kemakmuran. Semua itu, bagi MUI, adalah hal-hal yang sejalan dengan perjuangan mereka.

Jadi, dukungan ini bukan tanpa syarat. Ada pengawasan. Ada batasan. MUI seperti memberi lampu hijau, tapi dengan rem yang tetap dipegang erat. Mereka akan terus mengawasi, menunggu apakah janji-janji kemaslahatan itu benar-benar terwujud di panggung dunia yang rumit ini.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar