Suasana sudah mulai terasa di Masjid Kampus UGM. Menjelang Ramadan, spanduk besar bergambar wajah-wajah familiar para tokoh nasional terpampang jelas di depan pintu masuk. Rupanya, mereka akan hadir mengisi ceramah di sini. Tapi, bagi sebagian besar mahasiswa, daya tarik utama mungkin justru ada di tempat lain: menu buka puasa gratis yang legendaris itu.
Ya, dari tahun ke tahun, sajian berbuka di Maskam UGM selalu istimewa. Bahkan bisa dibilang mewah. Bayangkan, ada 1.500 porsi yang disiapkan khusus untuk buka, plus 500 porsi lagi untuk sahur.
Koordinator Takmir Muda, Indra Octavian Hidayat, mengonfirmasi hal ini Selasa lalu.
"Memang tiap tahun kita menyiapkan 1.500 porsi untuk buka puasa. Kemudian di sahur juga 500 porsi insyaallah,"
Kalau untuk sahur sistemnya prasmanan. Sementara menu buka puasanya sudah bisa dilihat di Instagram mereka. Dan listnya bikin ngiler: opor ayam, gulai tuna, sate, rawon daging, rendang, ayam lada hitam, sampai tongseng. Lauknya berganti-ganti setiap hari, dari daging sapi, ayam, tuna, hingga lele.
Yang menarik, program ini terbuka untuk umum. Siapa saja boleh datang, tanpa syarat khusus. Nantinya, kupon makanan akan dibagikan mendekati waktu maghrib atau saat Kajian Samudera berlangsung.
Menunya yang beragam itu ternyata sengaja dirancang. Menurut Indra, mereka bekerja sama dengan empat atau lima katering lokal.
"Tujuannya ya untuk memberdayakan juga. Jadi tidak cuma satu katering,"
Di balik sajian yang berkualitas, ada niat untuk memuliakan jemaah. Terutama para mahasiswa perantauan yang mungkin harus berhemat.
"Di Jogja ini kan banyak mahasiswa. Mungkin mereka yang nyari gratisan, karena kalau beli daging sendiri agak mahal. Harapan kami, mereka bisa hemat selama Ramadan dengan buka dan sahur di Maskam,"
"Teman-teman mahasiswa khususnya di Yogyakarta ini, selama Ramadan kalau bisa pengeluarannya Rp 0 gitulah,"
Nilai gizinya pun diperhatikan. Tiap porsi diupayakan lengkap, ada karbohidrat, protein, plus serat dari sayur dan buah.
Tak Hanya Makanan, Tapi Juga Pemikiran
Namun, Ramadan di Maskam UGM bukan cuma soal makanan. Mereka juga menghadirkan sederet pembicara tingkat nasional. Daftarnya cukup mengesankan: dari Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-11 Jusuf Kalla, Menag Nasaruddin Umar, Menko PMK Pratikno, hingga eks Menko Polhukam Mahfud MD. Ada juga nama-nama seperti Wamen Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak, Mendikdasmen Abdul Mu'ti, Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa, dan Menko Bidang Infrastruktur Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
Persiapannya pun matang. Indra mengaku persiapan mengundang narasumber sudah dilakukan sejak Juli tahun lalu.
"Kami sudah mempersiapkan fasilitas yang maksimal untuk mereka. Narasumber yang diundang kan skala nasional,"
Ciri khas program "Ramadan di Kampus" UGM, katanya, adalah menjawab permasalahan umat. Mereka bahkan melakukan riset kecil untuk menentukan tema apa yang ingin diangkat di Ramadan tahun ini.
"Jadi pembicara yang diundang sudah kami sodori tema sesuai bidang dan kapasitas mereka. Tidak sesuai selera pembicaranya, tapi kami beri batasan melalui kerangka acuan yang kita sampaikan,"
Jadi, selain perut yang kenyang, jemaah di Maskam UGM dijanjikan juga akan dapatkan makanan pikiran yang tak kalah berkualitas. Sebuah persiapan yang terlihat serius untuk menyambut bulan suci.
Artikel Terkait
PGR Sulsel Resmi Kantongi SKT dari Kemenkum, Targetkan Ikut Pemilu 2029
PNUP Jatuhkan Sanksi Berlapis ke Dosen Terbukti Kekerasan Seksual, Turun Pangkat hingga Dilarang Masuk Kampus
Orang Tua Kapten Kapal MT Honour 25 Cemas, Pemerintah Upayakan Mediasi dengan Perompak Somalia
Pria Diduga Gangguan Jiwa Gali Makam di Simalungun, Jenazah Korban Ditemukan 15 Meter dari Liang Lahat