Kasus dugaan korupsi pengadaan iklan Bank BJB kembali memanas. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kini semakin mendalami keterlibatan mantan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil. Fokus penyelidikan mereka tertuju pada aliran dana nonbudgeter yang nilainya tak main-main: sekitar Rp 200 miliar.
Menurut juru bicara KPK Budi Prasetyo, dana sebesar itu bersumber dari anggaran belanja iklan di bank tersebut. Namun begitu, sekitar separuhnya dialihkan.
"Dana itu masuk ke kas nonbudgeter yang dikelola di Korsek BJB," jelas Budi kepada awak media, Rabu lalu.
Aliran dana itulah yang kemudian ditelusuri. KPK menduga kuat uang tersebut mengalir ke berbagai pihak. Salah satu titik yang sedang disorot adalah aliran ke saudara Ridwan Kamil.
Artikel Terkait
Arus Balik Lebaran Mulai Terasa, Puncak Diprediksi 24 Maret
Arus Balik Lebaran Mulai Deras, 41 Ribu Penumpang Tiba di Jakarta Pagi Ini
Soekarno-Hatta Masuk 10 Besar Bandara dengan Layanan Imigrasi Terbaik Dunia
Menteri HAM: Gaya Kepemimpinan Prabowo Egaliter dan Berpihak pada Rakyat