Mendagri Tinjau Huntara Aceh Tamiang, Tegaskan Pemulihan Tak Cukup dari Bantuan Sembako

- Selasa, 03 Februari 2026 | 21:12 WIB
Mendagri Tinjau Huntara Aceh Tamiang, Tegaskan Pemulihan Tak Cukup dari Bantuan Sembako

Selasa (3/2) lalu, Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian menyempatkan diri meninjau hunian sementara atau huntara di Aceh Tamiang. Lokasinya tepat di belakang Kantor DPRK setempat. Sebagai Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi Pascabencana Sumatera, Tito ingin memastikan sendiri kondisi pengungsi di sana. Apakah mereka bisa hidup layak dan bantuan yang dikirim benar-benar sampai.

Ia tak cuma melihat dari jauh. Tito memeriksa langsung sarana prasarana yang ada, lalu menyapa penghuninya. Interaksinya cair, mencakup orang dewasa hingga anak-anak yang tinggal di huntara tersebut.

Usai berbincang, bantuan dari Kemendagri pun diserahkan. Momen penyerahan ini dilakukan setelah Tito memimpin Apel Pemulangan untuk Praja IPDN dan ASN Kemendagri Gelombang I.

Total ada 80 paket bantuan. Isinya beragam: beras 5 kilogram, sekardus mi instan, minyak goreng, gula pasir, plus biskuit. Penyerahan dilakukan secara simbolis oleh Mendagri kepada beberapa perwakilan warga.

Namun begitu, di balik bantuan fisik, Tito menekankan hal lain dalam amanat apelnya. Menurut dia, keberhasilan pemulihan pascabencana juga diukur dari pulihnya fungsi pemerintahan dan layanan publik.

“Karena pemerintahan [adalah] pusat sumber daya, pusat pengambilan keputusan, kekuasaan, kebijakan, pembuatan kebijakan, policy making yang mempengaruhi kepada masyarakat luas,”

jelasnya di Kompleks Perkantoran Pemkab Aceh Tamiang.

Indikatornya konkret: kantor pemerintahan harus beroperasi lagi, akses jalan lancar, layanan kesehatan dan pendidikan berjalan. Juga rumah ibadah, listrik, komunikasi, distribusi BBM dan elpiji, hingga geliat ekonomi masyarakat yang mulai bangkit.

Dengan kata lain, roda pemerintahan daerah tak boleh berhenti. Pemulihan semangat ASN dan fungsi kantor jadi kunci utama.

“Kalau pemerintahannya sudah enggak jalan, maka pengambilan kebijakan [kurang optimal], masyarakat akan bingung,”

ucap Tito.

Kegiatan hari itu juga dihadiri sejumlah pejabat. Hadir Wamendagri Bima Arya Sugiarto dan Akhmad Wiyagus, Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah, serta Dirjen Adwil Kemendagri Safrizal ZA. Bupati Aceh Tamiang Armia Pahmi dan jajaran Forkopimda setempat turut mendampingi.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar