jelasnya di Kompleks Perkantoran Pemkab Aceh Tamiang.
Indikatornya konkret: kantor pemerintahan harus beroperasi lagi, akses jalan lancar, layanan kesehatan dan pendidikan berjalan. Juga rumah ibadah, listrik, komunikasi, distribusi BBM dan elpiji, hingga geliat ekonomi masyarakat yang mulai bangkit.
Dengan kata lain, roda pemerintahan daerah tak boleh berhenti. Pemulihan semangat ASN dan fungsi kantor jadi kunci utama.
“Kalau pemerintahannya sudah enggak jalan, maka pengambilan kebijakan [kurang optimal], masyarakat akan bingung,”
ucap Tito.
Kegiatan hari itu juga dihadiri sejumlah pejabat. Hadir Wamendagri Bima Arya Sugiarto dan Akhmad Wiyagus, Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah, serta Dirjen Adwil Kemendagri Safrizal ZA. Bupati Aceh Tamiang Armia Pahmi dan jajaran Forkopimda setempat turut mendampingi.
Artikel Terkait
Ironi di Balik Ucapan Terima Kasih: Dosen Sibuk Mengecek Tunjangan, Bukan Membangun Peradaban
Pengeroyokan Guru di Jambi: Alarm Keras bagi Nalar dan Peradaban
Jet Tempur AS Tembak Jatuh Drone Iran di Dekat Kapal Induk, Ketegangan Laut Arab Kembali Meningkat
Bahasa Isyarat: Ketika Diam Bicara dan Gerakan Menyair